MUI Harap Kunjungan Presiden ke AS Jadi Awal Dialog Perdamaian BoP

  • 16 Feb 2026 13:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti pertemuan kembali Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Donald Trump. MUI berharap pertemuan ini menjadi awal dialog serius terkait perdamaian global.

“Saya berharap mudah-mudahan jika Presiden berangkat ke sana, itu mulai pembicaraan awal yang serius. Pembahasan Presiden Prabowo dengan Trump sebagai Ketua BOP, bersama-sama dengan negara-negara anggota lainnya," ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim kepada RRI, di Jakarta, dikonfirmasi Senin, 16 Februari 2026.

Menuutnya, forum internasional harus dimanfaatkan Presiden untuk memastikan keberpihakan pada Palestina. Ia menilai hasil konkret dari pertemuan tersebut akan terlihat pada arah kebijakan diplomasi selanjutnya.

“Saya sungguh sangat berharap pertemuan besok itu benar-benar dimanfaatkan oleh Indonesia, melalui Presiden untuk meyakinkan posisioning BOP ini. Sehingga benar-benar memihak pada Palestina," ucap Sudarnoto.

Ia meyakini kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat ini telah melalui pertimbangan matang. Ia menilai agenda tersebut juga berkaitan erat dengan kepentingan nasional dan isu kemerdekaan Palestina.

“Tapi tentunya Presiden pasti mempunyai pertimbangan yang matang ya, berbagai dinamika global. Khususnya ini terkait dengan Gaza, Palestina, dan tentunya dalam kaitannya dengan kepentingan nasional kita," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) di Amerika Serikat pada Kamis, 19 Februari 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Rabu. 11 Februari 2026.

“Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19,” kata Airlangga. Ia menambahkan, di sekitar waktu kunjungan itu juga direncanakan penandatanganan kesepakatan tarif timbal balik.

“Dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART, Agreement on Reciprocal Tariff,” ujarnya. Namun, Airlangga belum merinci hasil terbaru perundingan tarif impor dengan Amerika Serikat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....