Publik Prihatin Kembali Terjadi Kasus Anak Akhiri Hidup

  • 16 Feb 2026 10:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Warga Merauke, Sutrisno, prihatin atas kasus anak SD yang diduga mengakhiri hidup. Peristiwa ini terjadi pada anak berusia 12 tahun di Demak, Jawa Tengah.

Korban ditemukan meninggal dunia, Kamis (12/2/2026). Sutrisno meminta aparat menyelidiki kasus tersebut secara menyeluruh dan transparan.

Ia menyoroti dugaan adanya kata-kata keras dari orang tua sebelum kejadian terjadi. "Orang tua harus menghindari kemarahan berlebihan kepada anak," ucapnya dalam perbincangan dengan Pro3, Senin, 16 Februari 2026.

Warga Cirebon Indra dan warga Bogor Dinda menyampaikan keprihatinan serupa. Mereka menekankan pentingnya keluarga menjadi ruang aman bagi anak.

"Anak membutuhkan tempat bercerita untuk meringankan beban psikologisnya. Orang tua dan guru harus hadir sebagai pendengar yang empatik," ucapnya.

Kasi Humas Polres Demak, Iptu Said Nu’man Murod, menyatakan kasus masih diselidiki. Polisi juga mendalami percakapan WhatsApp korban yang bernada makian.

Peristiwa pertama kali diketahui ibu korban sekitar pukul 18.01 WIB. Rekaman CCTV menunjukkan ibu korban menemukan anaknya sudah tidak bernyawa.

Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang. Namun korban dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Hasil forensik menunjukkan tanda mati lemas dengan luka lecet di leher. Polisi tidak menemukan tanda kekerasan dari pihak lain.

Laporan diterima polisi sekitar pukul 21.30 WIB pada hari kejadian. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah TKP.

Polisi memastikan pendalaman akan terus dilakukan secara komprehensif. Penyelidikan bertujuan mengungkap faktor yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....