Mendiktisaintek Tekankan Peran Strategis Guru Besar

  • 15 Feb 2026 18:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto menegaskan peran krusial para akademisi dalam mempercepat kemajuan bangsa melalui penguatan ekosistem ilmu pengetahuan dan teknologi. Penegasan itu disampaikan dalam Forum Dewan Guru Besar Indonesia di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Dalam forum tersebut, Brian menyebut Dewan Guru Besar sebagai penjaga nilai utama pendidikan tinggi di Indonesia. "Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada bapak ibu sekalian karena Dewan Guru Besar ini adalah guardian of value atau penjaga nilai-nilai utama pendidikan tinggi," kata Brian, Minggu, 15 Februari 2026.

Ia menekankan bahwa gelar Guru Besar bukan sekadar jabatan akademik tertinggi, melainkan ujung tombak tridarma perguruan tinggi yang harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kontribusi keilmuan para profesor seharusnya mampu menjawab tantangan bangsa secara konkret dan berkelanjutan.

Brian juga menyoroti perbedaan mendasar ekosistem riset Indonesia dibandingkan negara maju yang lebih kompetitif dan produktif. Ia mendorong para akademisi agar tidak terjebak rutinitas administratif atau perebutan jabatan struktural, tetapi fokus pada passion dalam meneliti.

Di negara maju, kata dia, produktivitas profesor sangat ditentukan oleh kemampuan meraih hibah penelitian atau research grant yang kompetitif. Kondisi tersebut menciptakan budaya riset yang kuat dan berorientasi pada inovasi.

Selain itu, ia menekankan pentingnya transformasi sektor industri nasional dari sekadar trading industry menjadi industri berbasis produksi yang ditopang riset mendalam. "Saat ini, anggaran riset di Indonesia masih didominasi pengeluaran pemerintah, kita perlu mendorong peran swasta lebih besar, sebagaimana di Turki yang 70 persen anggaran risetnya berasal dari sektor swasta,” kata Brian.

Mendiktisaintek juga mengapresiasi dosen dari kampus daerah, seperti Universitas Timor, yang mampu menembus jurnal internasional bereputasi dengan impact factor tinggi. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa keterbatasan geografis dan fasilitas bukan penghalang untuk berprestasi di level global.

Di akhir arahannya, Brian mengajak para Guru Besar memiliki visi yang melampaui sekadar angka statistik dan penghargaan. “Terinspirasi dari para peraih Nobel, semangat utama meneliti adalah kebahagiaan dalam berkarya dan keinginan tulus untuk berkontribusi bagi kemanusiaan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....