Jaga Kelestarian Alam, Komisi VII DPR Gencarkan Program 'Sarinah'
- 15 Feb 2026 10:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini menegaskan, pentingnya program strategis 'Selesaikan Masalah Sampah Organik dan Limbah' (Sarinah). Program 'Sarinah' tersebut, merupakan gerakan strategis dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Politikus PDIP ini mengungkapkan, masyarakat Indonesia khususnya warga Trenggalek, Surabaya, Jawa Timur, harus menjadi daerah yang berbeda. Trenggalek jangan sebatas wilayah yang mengeksploitasi alam, tetapi juga menjaga kelestariannya demi generasi mendatang.
“Kita ingin membangun ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, dan ketahanan perempuan. Jangan sampai eksploitasi hari ini mengorbankan masa depan anak cucu kita,” kata Novita dalam keterangan persnya, di Jakarta, dikutip Minggu, 15 Februari 2026.
Novita pun mendorong, Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi pionir pengolahan sampah organik rumah tangga. Sekaligus, mengolah limbah dapur SPPG hingga limbah produksi menjadi pupuk organik.
"Langkah ini mampu menjawab dua persoalan sekaligus. Yakni, mengatasi mahalnya pupuk dan meningkatnya volume sampah," ucap Novita.
Dengan mengolah sampah menjadi pupuk, menuturnya, KWT di Trenggalek nantinya tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Tetapi juga, berpeluang menjual hasil produksinya kepada petani dengan harga terjangkau.
"Dampaknya, ekonomi perempuan tumbuh dan lingkungan tetap terjaga. Kita ingin Trenggalek menuju zero sampah, sampah tidak boleh dibakar, harus diolah agar punya nilai ekonomi,” ujar Novita.
Sebelumnya, Novita telah blusukan mengunjungi KWT Mawar Desa Jambu, Kecamatan Tugu, Jumat, 14 Februari 2026. Dalam kunjungannya itu, ia menggencarkan program 'Sarinah' sebagai gerakan strategis perempuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....