Indonesia Kirim TNI ke Gaza, Pengamat Ingatkan Resiko Besar

  • 14 Feb 2026 13:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia akan mengirim pasukan TNI ke Jalur Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF). Pengamat Militer, Anton Aliabbas mengingatkan risiko besar yang dihadapi pasukan TNI.

Menurutnya, kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT-BoP pekan depan krusial memastikan sikap Indonesia soal rencana pengiriman TNI ke Gaza. "Indonesia merupakan satu negara yang sudah menyatakan keinginan untuk mengirimkan pasukan militer yang tergabung di bawah bendera ISF," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 14 Februari 2026.

Disebutkan mereka telah menyiapkan sekitar 5.000-8.000 pasukan untuk dikirimkan ke Gaza. Meski demikian, kata dia, detail aturan main terkait ISF belum banyak disepakati.

Merujuk pada Resolusi 2803, Pasukan ISF akan berperan dalam memastikan proses demiliterisasi termasuk pelucutan senjata. Dan memastikan penarikan mundur tentara Israel (IDF) dari Gaza.

"Akan tetapi, pasukan TNI yang kini sedang dipersiapkan adalah untuk menjalankan misi penjagaan perdamaian dan kemanusiaan seperti rehabilitasi dan rekonstruksi. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah prajurit yang disiapkan adalah berlatar korps zeni dan kesehatan," ujarnya.

Ia menilai, hadir dalam KTT BoP, Presiden Prabowo memiliki ruang untuk bernegosiasi secara langsung terkait limitasi pelibatan TNI dalam ISF. Improvisasi misi TNI dalam ISF hanya akan dilaksanakan apabila Indonesia terlibat dalam pembuatan dan penyiapan aturan main ISF.

"Dan ini menjadi penting guna memitigasi potensi TNI di-fait accompli saat menjalankan tugas di Gaza. Apalagi, sejauh ini, belum banyak negara yang menyatakan kesiapan mengirimkan pasukan militer ke misi ISF," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia berencana akan mengirimkan kurang lebih delapan ribu personel TNI menjadi pasukan perdamaian di Gaza, Palestina. Demikian disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Ia mengatakan bahwa saat ini masih bersifat penyiapan pasukan jika sewaktu-waktu dicapai kesepakatan untuk dilakukan pengiriman pasukan. Dirinya juga memastikan belum ada titik di mana pasukan perdamaian akan ditempatkan.

"Belum, kita baru mempersiapkan diri waktu-waktu sudah dicapai kesepakatan. Dan kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen Itu akan kita lakukan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....