Menteri LH Segel Gudang Kimia BSD Pencemar Lingkungan
- 13 Feb 2026 12:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyegel gudang kimia milik PT Biotek Saranatama di BSD, Kota Tangerang Selatan. Tujuannya untuk mempermudah jalannya penyelidikan.
Plang segel berwarna putih merah berlogo Kementerian Lingkungan Hidup itu bertiliskan: "Peringatan Area Ini Dalam Pengawasan Pejabat Pengawas Lingkungan Hudup". "Berdasarkan UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Sebagaimana Telah Diubah dengan UU No 6/2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 2/2022 tentang Cipta Kerja Menjadi UU".
"Penyegelan ini untuk memudahkan proses penyidikan. Secara otomatis tidak diperbolehkan beroperasi," ujar Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq,
di BSD, Kota Tangerang Selatan, Jumat, 13 Februari 2026.
Menteri Hanif dan seluruh yang hadir termasuk awak media diwajibkan menggunakan masker saat tiba di depan gudang milik PT Biotek Saranatama. Pasalnya, aroma menyengat masih menusuk hidung.
Lalu, Menteri Hanif beserta rombongan berjalan menuju Kali Jaletreng. Di mana Kali tersebut bermuara ke Sungai Cisadane.
Menteri Hanif terus berbincang dengan Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup Irjen (Pol) Rizal Irawan serta Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo. Hal itu terkait tidak adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dilokasi tersebut.
Diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan pemeriksaan kebakaran gudang PT Biotek Saranatama di Taman Tekno, BSD, Kota Tangerang Selatan. Hasilnya, pencenaran 20 ton pestisida terhadap lingkungan sebagai hal yang serius.
"Pencenaran yang mengakibatkan cairan pestisida mengalir ke Sungai Cisadane. Karena, perusahaan tersebut menyimpan pestisida jenis cypermetrin dan profenofos, yang umum digunakan untuk mengendalikan berbagai hama tanaman," ujar Hanif.
Hanif menyampaikan sekitar 20 ton bahan pestisida terbakar dalam peristiwa tersebut. Air sisa pemadaman yang bercampur dengan residu bahan kimia mengalir ke badan sungai dan menyebabkan pencemaran.
“Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar, dan air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia mengalir hingga mencemari sungai. Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat disekitarnya,” kata Hanif.
Sementara, PT Biotek Sarana Tama, pemilik gudang pengolahan kimia pestisida di Taman Tekno, BSD, Kota Tangerang Selatan angkat bicara. Jumlah bahan kimia yang terbakar dalam gudang dan mencemari lingkungan sebanyak 10-15 ton.
"Kalo di dalam sekitar 10-15 ton. Seluruh bahan baku pestisida ludes terbakar, tapi gak cair semua ada juga yang padat, campur," ujar Manajer Operasional PT Biotek Sarana Tama, Lucky Hasan, Rabu 11 Februari 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....