Indonesia–Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat Periode Keempat
- 13 Feb 2026 11:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Indonesia bersama Norwegia meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Keempat. Layanan ini guna mendukung pencapaian target Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.
Peluncuran dilakukan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Menteri Pembangunan Internasional Norwegia Asmund Aukrust di Jakarta. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bangga atas peluncuran Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan yang telah memasuki periode keempat.
"Program Small Grant merupakan skema pendanaan berbasis hasil (Result-Based Contribution) dalam kerja sama Indonesia–Norwegia. Dana tersebut disalurkan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH)," kata Raja Juli, Jumat, 13 Februari 2026.
Raja Juli mengapresiasi atas dukungan Pemerintah Norwegia dalam mendukung upaya penurunan deforestasi dan aksi iklim di Indonesia. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Norwegia atas kerja sama yang sangat baik selama ini melalui mekanisme Result-Based Contribution,” ujarnya.
Ia menegaskan tantangan perubahan iklim dan pemanasan global semakin nyata, sementara waktu untuk melakukan mitigasi sangat terbatas. “Kerja sama seperti ini harus terus diperkuat,” katanya.
Hingga tiga periode pelaksanaan, program tersebut telah menyalurkan dana sebesar Rp19,31 miliar kepada 561 kelompok masyarakat. Dengan total 31.512 penerima manfaat di 36 provinsi.
Penerima manfaat mencakup kelompok masyarakat sipil, generasi muda, kelompok perhutanan sosial, hingga pegiat konservasi dan pelestarian alam. Sementara, Menteri Asmund Aukrust mengapresiasi komitmen Indonesia dalam melibatkan masyarakat dalam aksi iklim.
“Tidak ada satu negara pun yang dapat menyelesaikannya sendiri. Karena itu, kemitraan seperti antara Norwegia dan Indonesia menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menyebut Norwegia telah berkontribusi sebesar 216 juta dolar AS atas capaian Indonesia dalam menurunkan deforestasi. Menurut dia, peluncuran fase keempat Small Grant menjadi bukti bahwa dukungan harus menjangkau masyarakat yang hidup paling dekat dengan hutan.
“Kami sangat bangga dengan kemitraan dan persahabatan yang terjalin dengan Indonesia. Kami datang untuk mendengarkan, belajar, dan menegaskan bahwa kita berada dalam perjuangan ini bersama-sama,” katanya.
Pada periode keempat, pengajuan usulan kegiatan dibuka pada 12–19 Februari 2026. Pengajuan ini melalui laman layanan-dana-masyarakat.bpdlh.id.
Masyarakat dapat memilih tiga tema utama, yakni FOLU Goes to School yang berfokus pada pelibatan generasi muda. FOLU Terra untuk peningkatan kesejahteraan berbasis lingkungan, serta FOLU Biodiversity yang mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....