Menkop Minta Polri Kawal Distribusi Barang Kopdes

  • 11 Feb 2026 13:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meminta jajaran Kepolisian memperkuat pengawasan distribusi barang kebutuhan pokok Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Hal itu disampaikan Ferry saat menjadi narasumber dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026. 

Menurut dia, kehadiran Kopdes Merah Putih menjadi salah satu solusi untuk memangkas rantai pasok. Di manaselama ini memicu tingginya harga di tingkat konsumen.

“Sinergi ini bagian dari komitmen bersama dalam melayani dan melindungi masyarakat. Termasuk memastikan distribusi barang strategis berjalan tepat sasaran,” ujar FerryFerry di Jakarta. 

Ferry menjelaskan, salah satu persoalan utama ekonomi kerakyatan adalah panjangnya rantai distribusi. Ini menyebabkan biaya tinggi dan margin keuntungan lebih banyak dinikmati perantara.

Kondisi tersebut kerap terjadi pada komoditas strategis dan barang subsidi seperti beras, minyak goreng, pupuk bersubsidi, hingga LPG 3 kilogram. Barang ini kerap mengalami distorsi harga di tingkat konsumen.

"Karena itu, Kopdes Merah Putih dirancang untuk mendekatkan distribusi barang langsung ke masyarakat desa. Sehingga harga lebih terkendali, pasokan stabil, dan tepat sasaran," ucap Ferry. 

Program Kopdes Merah Putih kini memasuki tahap penguatan gerakan di lapangan hingga peluncuran kelembagaan secara nasional. Ferry juga menyinggung pentingnya keterlibatan generasi muda Polri yang adaptif dan melek digital untuk mendukung pengembangan koperasi berbasis digital. 

Menurutnya, koperasi dapat menjadi wadah bagi anggota Polri untuk mengembangkan kreativitas. Selain itu juga bisa memperkuat jejaring usaha, serta menciptakan nilai tambah melalui kepemilikan bersama.

Kopdes Merah Putih sendiri dikembangkan sebagai pusat usaha desa dengan berbagai unit usaha, mulai dari gerai sembako, klinik desa, unit simpan pinjam. Lalu ada juga apotek desa, pergudangan dan logistik, hingga sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan ekonomi kreatif.

“Seluruh proses ini diarahkan untuk memastikan manfaat ekonomi yang nyata. Setya ekonomi yang inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Ferry.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....