Komisi VII Ingatkan Penting Pembaruan Kurikulum Pendidikan Pariwisata

  • 11 Feb 2026 11:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Bane Raja Manalu mengingatkan, pentingnya pembaruan kurikulum secara berkala. Hal itu, demi tidak tertinggal dari dinamika industri pariwisata yang terus berkembang. 

Politikus PDIP ini menilai, lembaga pendidikan pariwisata harus responsif terhadap perubahan. Tujuannya, agar lulusan-lulusan di Indonesia yang dihasilkan tetap relevan dan kompetitif. 

“Industri pariwisata sangat dinamis, jangan sampai kebutuhan industri sudah jauh berkembang, tapi yang diajarkan masih kurikulum lama. Penyesuaian ini menjadi kunci,” kata Bane dalam keterangannya seperti dilansir laman DPR.go.id ketika mengunjungi di Batam Tourism Polytechnic, Kota Batam, Kepulauan Riau, dikutip Rabu 11 Februari 2026. 

Di satu sisi, Bane mengapresiasi, kualitas pendidikan dan tata kelola Batam Tourism Polytechnic yang mampu menyiapkan lulusan siap kerja. Terutama, lulusan-lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri pariwisata. 

“Ini luar biasa, fasilitasnya sangat baik, kurikulumnya juga mampu menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Ini praktik yang sangat bagus dan patut dipelajari,” ucap Bane. 

Diketahui, pada tahun 2025, Menpar RI, Widiyanti Putri Wardhana membuka Seleksi Bersama Masuk Politeknik Pariwisata (SBM Poltekpar) 2025. Ia menekankan, pentingnya pendidikan vokasi di bidang pariwisata menyiapkan SDM unggul dan siap bersaing di tingkat global. 

"Kurikulum yang diterapkan di Poltekpar berbasis industri, praktik intensif, dan pengalaman belajar yang komprehensif. Poltekpar telah melahirkan para profesional yang kini berkiprah di berbagai sektor pariwisata, baik nasional maupun internasional," ujar Widiyanti Putri. 

Ia menyebutkan, sektor pariwisata terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 19 persen pada 2023-2024, sementara perjalanan wisatawan Nusantara tumbuh 21,7 persen. 

Hal ini berkontribusi pada peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) dari 3,9 persen di 2023 menjadi 4 persen pada 2024. Politeknik Pariwisata yang tersebar di berbagai daerah, lanjut Widiyanti Putri, hadir untuk menjawab kebutuhan industri. 

"Dengan kurikulum yang selalu diperbarui, lulusan Poltekpar memiliki keunggulan kompetitif dan siap bersaing di dunia kerja. Tingkat penyerapan lulusan mencapai 90,9 persen, dengan waktu tunggu maksimal tiga bulan untuk mendapatkan pekerjaan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....