Produksi Sistem Senjata Berteknologi, Indonesia Diminta Gandeng Internasional

  • 10 Feb 2026 10:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi I DPR RI mengungkapkan, Indonesia mampu memproduksi suku cadang dan beberapa jenis alutsista tertentu. Terutama, untuk kendaraan taktis, amunisi, kapal patroli, hingga perawatan dan overhaul (MRO). 

"Namun Indonesia butuh kolaborasi dengan pihak internasional, agar bisa memproduksi sistem persenjataan berteknologi tinggi. Seperti, radar canggih, jet tempur generasi terbaru, dan sistem pertahanan udara jarak jauh," kata anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. 

Ke depannya, politikus PKB ini mengingatkan, pentingnya dukungan sektor perbankan dan lembaga keuangan nasional. Terlebih, industri pertahanan adalah sektor strategis yang membutuhkan pembiayaan jangka panjang dengan risiko terukur. 

Sejauh ini, ia menilai, peran BUMN industri pertahanan saat ini sudah cukup signifikan. Namun, perlu diperkuat melalui konsolidasi dan sinergi rantai pasok. 

"Keterlibatan BUMS (Badan Usaha Milik Swasta) juga harus diperluas. Agar industri pertahanan tidak hanya bertumpu pada beberapa perusahaan besar saja," ucap Soleh. 

Beberapa BUMN industri pertahanan seperti PT Pindad, PT PAL Indonesia, dan PT Dirgantara Indonesia telah menunjukkan peningkatan kapasitas produksi. Termasuk, dalam memproduksi kendaraan taktis, kapal perang, hingga pesawat CN-235 dan NC-212. 

“Namun yang harus kita dorong ke depan adalah agar pembiayaan tidak hanya untuk membeli produk jadi. Tetapi memperbesar kapasitas produksi nasional dan investasi teknologi,” ujar Oleh Soleh. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan alasan membeli alat utama sistem senjata (alutsista) seperti helikopter dan hercules. Keberadaan alutsista, tidak semata untuk pertahanan tetapi membantu mobilitas atau membawa bantuan ketika ada bencana.

"Mungkin beberapa tahun yang lalu tidak ada yang bisa perkirakan bahwa negara kita mampu mengerahkan 50 helikopter. Sekarang 50 helikopter sedang bergerak di daerah musibah," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Puncak HUT Ke-61 Partai Golkar di Jakarta, Jumat 5 Desember 2025.

Saat terjadi banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, pemerintah mengerahkan pesawat hercules dan helikopter untuk membawa bantuan. Kondisi jalur darat yang putus sehingga jalur udara dinilai efektif dan cepat dalam mendistribusikan bantuan.

Presiden Prabowo mengatakan Indonesia itu berada di kawasan Ring of Fire, yang rawan gempa, erupsi dan tsunami. Oleh sebab itu, negara harus siap dan menjadi tantangan dalam menghadapi kondisi terburuk.

"Minggu ini helikopter baru datang lima buah dan terus berdatangan. Saya sudah perintahkan mulai Januari tahun depan, kita akan datangkan 200 helikopter di RI ini," ujarnya.

Presiden Prabowo mengatakan rakyat telah merasakan keberadaan alutsista yang tangguh terutama saat dilanda musibah. Pemerintah dapat merespon dengan cepat untuk penangananan bencana.

"Kita buktikan rakyat melihat reaksi pemerintah cepat, reaksi pemerintah mengatasi masalah. Kita sudah buktikan sekarang, rakyat melihat ada musibah di bagian dari wilayah tanah air kita, tapi alat-alat negara segera hadir," katanya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....