Pemerintah Salurkan Bantuan Produksi, Pulihkan UMKM Terdampak Sumbar

  • 09 Feb 2026 14:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian UMKM menyalurkan bantuan alat dan bahan baku produksi kepada pelaku UMKM di 12 kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatera Barat. Hal ini dilakukan guna mempercepat pemulihan ekonomi daerah.

"Penyaluran dilakukan melalui Klinik UMKM Minang Bangkit. Klinik ini sebagai bagian dari Layanan Produksi untuk membantu pelaku usaha yang aktivitasnya terhenti akibat banjir dan longsor," kata Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Siti Azizah lewat keterangannya, Senin, 9 Februari 2026. 

Azizah mengatakan, kementerian berkomitmen mendukung pelaku UMKM agar kembali beroperasi dan menggerakkan ekonomi lokal. Pihaknya akan terus menyelamatkan pelaku UMKM terdampak. 

“Kementerian UMKM berada di garis depan dalam upaya menyelamatkan pelaku UMKM terdampak. Klinik UMKM Minang Bangkit menjadi ruang pemulihan agar para pengusaha dapat kembali menjalankan usahanya,” ujar Azizah.

Berdasarkan data SIDT-UMKM per 31 Oktober 2025, terdapat 662.242 pelaku UMKM di Sumatera Barat. Sementara, data Dashboard Satu Data Kebencanaan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat per 18 Januari 2026 mencatat 4.876 pelaku UMKM terdampak bencana.

Banjir dan longsor yang terjadi sejak akhir November 2025 menyebabkan penurunan kapasitas usaha, hilangnya pasar, hingga terhentinya produksi. Untuk mempercepat pemulihan, Klinik UMKM Minang Bangkit beroperasi di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat. 

Program ini didukung 19 mitra, antara lain BRI, Bank Indonesia, PLN, BNI, BSI, PNM, Pegadaian, Grab Indonesia. Lalu ada juga Goto, United Tractors, Semen Padang, Semen Indonesia, dan Telkom.

Dalam pelaksanaannya, bantuan yang disalurkan meliputi 1.140 kompor, 1.040 tabung gas, 415 paket bahan baku produksi. Kemudian 195 peralatan masak, serta 10.000 sak semen yang didistribusikan secara bertahap ke wilayah terdampak.

Selain bantuan sarana produksi, program pemulihan juga mencakup pendampingan usaha melalui tiga fase. Yakni pemulihan mental, pemulihan operasional usaha, dan penguatan daya saing melalui inovasi serta digitalisasi.

Azizah berharap pelaku UMKM di Sumatera Barat dapat kembali bangkit dan tumbuh. Sehingga memperkuat ketahanan ekonomi daerah pascabencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....