RRI Raih Penghargaan Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2025
- 09 Feb 2026 13:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Serang - Jurnalis LPP RRI, Danang Sundoro berhasil raih penghargaan tertinggi insan pers Indonesia, Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2025 (AJA) kategori audio. Penghargaan ini diraih melalui karya jurnalistik berjudul 'Dari Jelantah untuk Bumi dan Langit Biru Pertiwi' yang diangkatnya.
Karya tersebut menyoroti pemanfaatan minyak jelantah yang diolah menjadi sumber energi bernilai ekonomi. Dari Minyak jelantah hingga bisa digunakan sebagai bahan bakar pesawat Pelita Air untuk penerbangan perdana keliling Indonesia.
Penerimaan Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2025 dilakukan di acara Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Kota Serang, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026. Acara tersebut dihadiri Perwakilan Presiden, Muhaimin Iskandar, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, hingga Ketua PWI, Akhmad Munir.
Sebelumnya, lima karya jurnalistik yang dipublikasikan di berbagai media di Indonesia selama 2025 terpilih sebagai peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2025. Hal ini diputuskan dalam sidang dewan juri yang dilaksanakan di Jakarta pada 7-9 Januari 2026.
Karya karya tersebut masing-masing untuk kategori media cetak, siber, fotografi, karya audio dan video. Berdasarkan keputusan, pemenang dinyatakan memang layak menerima penghargaan Adinegoro.
Dewan juri terdiri atas para praktisi kewartawanan, untuk kategori cetak adalah Asro Kamal Rokan, Petty S. Fatimah dan Syamsudin Hadi Sutarto, kategori audio Rosarita Niken Widiastuti, M. Rafiq dan Latief Siregar. Serta beberapa juri lainnya untu kategori media siber, foto dan video jurnalistik.
"Pengumuman nama peraih penghargaan akan dilakukan beberapa hari mendatang, sedangkan penyerahan anugerah akan dilaksanakan pada acara puncak Hari Pers Nasional di Serang, Banten 9 Februari 2026," kata Direktur Anugerah Adinegoro, Maria D. Andriana di Jakarta, Jumat, 9 Januari 2026.
Dewan juri menjelaskan para nominasi yang terpilih telah melewati proses seleksi ketat dan penjurian objektif. Penilaian didasarkan pada kualitas peliputan yang mendalam, ketepatan data, kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
Selain itu yang tidak kalah penting adalah relevansi isu yang diangkat. Terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....