Rimpu Jadi Identitas Budaya Utama Masyarakat Bima NTB

  • 07 Feb 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Yayasan Budaya Rimpu Nusantara (YBRN) Nurhaidah menyatakan rimpu menjadi nilai budaya utama yang terus diangkat oleh yayasan tersebut. Rimpu merupakan pakaian tradisional yang telah lama digunakan masyarakat Bima.

Ia menjelaskan festival budaya rimpu rutin diselenggarakan setiap tahun di Kota Bima dan Kabupaten Bima sebagai bagian pelestarian budaya. Kegiatan tersebut menjadi sarana penguatan identitas masyarakat Bima dan Dompu di NTB secara berkesinambungan.

“Karena setiap tahun di Kota Bima dan Kabupaten Bima ada festival budaya rimpu diadakan setiap tahun. Filosofinya itu adalah kita dari dulu, masyarakat Bima itu sudah berhijab,” katanya kepada RRI saat ditemui sebelum kegiatan Acara Pengukuhan Pengurus Yayasan Budaya Rimpu Nusantara Periode 2025-2030, di Kantor Walikota Jakarta Timur, Sabtu, 7 Februari 2026.

Nurhaidah menuturkan filosofi rimpu menunjukkan masyarakat Bima telah mengenal hijab sejak masa penjajahan dahulu. Sejak masa tersebut perempuan Bima telah menggunakan rimpu sebagai bentuk penutup aurat dalam kehidupan sehari hari.

Ia menjelaskan perbedaan penggunaan rimpu terlihat jelas berdasarkan status perempuan dalam kehidupan masyarakat Bima tradisional. Perempuan yang masih gadis hanya memperlihatkan mata sedangkan perempuan berumah tangga memperlihatkan seluruh wajah.

Nurhaidah menyampaikan pesan kepada generasi muda agar bersemangat mengembangkan budaya dan kerajinan daerah Bima Dompu. Ia berharap kreativitas anak muda mampu memajukan budaya sekaligus meningkatkan perekonomian daerah ke depan.

“Pesan-pesan terutama buat anak muda, mudah-mudahan mari semangat mengembangkan budaya dan kerajinan. Punya kreativitas agar bisa memajukan dan perekonomian daerah kita,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....