Kemkomdigi Dorong Opsel Kembangkan Fitur Anti-spam dan Anti-scam
- 07 Feb 2026 02:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), mendorong para operator seluler (opsel) untuk menghadirkan fitur anti-spam dan anti-scam. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Komdigi (Wamenkomdigi), Nezar Patria, seperti salah satunya yang telah dilakukan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).
Opsel Indosat telah mengembangkan teknologi digital dengan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), dengan menghadirkan fitur-fitur tersebut. Nezar mengungkapkan bahwa fitur anti-spam dan anti-scam tersebut dapat melindungi para pengguna layanan, dari tindak kejahatan siber.
"Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri dalam soal perlindungan ini. Kami membutuhkan peran aktif dari sebuah stakeholder, semua pemangku kepentingan, terutama dari sektor swasta seperti Indosat." kata Nezar dalam konferensi pers update fitur anti-spam dan anti-scam Indosat, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.
Wamenkomdigi mengungkapkan bahwa hal tersebut menjadi bukti nyata akan kolaborasi bersama dalam memberikan perlindungan terhadap masyarakat. Terlebih lagi dikatakannya, perkembangan teknologi digital saat ini, turut meningkatkan berbagai upaya tindak kejahatan siber di Indonesia.
Sebab dijelaakannya, bahwa dalam pemanfaatan fitur terbaru itu telah digunakan oleh lebih dari 2,5 juta pengguna layanan. Dari pengguna fitur tersebut diperkirakannya, telah mencapai 150.000 laporan.
"Lalu lebih dari 2,5 juta, 2,5 juta pengguna yang proaktif mengaktifkan fitur ini dan mengirimkan lebih, mungkin sekarang sudah 150 ribu laporan, menuju kekuatan kolaborasi di tengah masyarakat kita untuk menangkap skandal spam ini," ujar Nezar.
"Inisiatif ini adalah contoh cemerlang bagaimana industri dapat berkontribusi secara proaktif. Untuk menciptakan ekosistem yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh rakyat Indonesia," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....