Jaga Mental, Menteri Arifah Minta Anak Laki-laki Terbuka
- 05 Feb 2026 19:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengajak anak laki-laki berani bicara dan membuka perasaan demi menjaga kesehatan mental dan mencegah krisis. Seruan tersebut muncul usai seorang anak Sekolah Dasar (SD) mengakhiri hidup di Kabupaten Ngada diduga bunuh diri akibat tekanan mental berat.
“Selama ini anak laki-laki kerap dibebani stereotipe harus selalu kuat dan menahan emosi, sehingga enggan berbicara ketika menghadapi tekanan. Salah satu inisiasi yang kami lakukan adalah memperkuat anak laki-laki untuk bisa speak up terhadap apa yang dialami,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi saat konferensi pers di kantor Kementerian PPPA, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut Arifah, anak laki-laki juga membutuhkan dukungan mental, emosional, dan ruang aman untuk bercerita serta mencari pertolongan. Namun, Arifah mengatakan stigma maskulinitas membuat banyak anak memilih diam dan tidak melapor.
“Laki-laki seolah dipaksa harus kuat, tidak boleh mengeluh. Padahal mereka juga manusia dan bisa mengalami kekerasan. Mereka juga berhak curhat,” ujarnya.
Terkait kasus di Ngada, Kementerian PPPA bersama kepolisian masih mendalami penyebab korban memutuskan mengakhiri hidup. Sejauh ini, belum ditemukan tanda kekerasan fisik, namun dugaan kekerasan psikis masih diselidiki.
“Tidak terlihat ada kekerasan fisik. Tetapi kalau kekerasan psikis, ini yang sedang kami perdalam. Kami ingin tahu apa yang menyebabkan anak mengambil keputusan yang sangat tidak diinginkan,” kata Arifah.
Sementara, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi merespons kasus mengakhiri hidup seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya dengan memperkuat layanan kesehatan mental.
“Sekarang saya mau menyiapkan ada psikologi klinis di masing-masing puskesmas. Supaya penyakit-penyakit jiwa itu enggak masuk rumah sakit jiwa, tapi bisa ditangani di puskesmas,” kata Budi Gunadi Sadikin saat diwawancarai di kawasan South Quarter, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Januari 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....