Wapres Apresiasi Forkopimda Bali Gerak Cepat Bersihkan Pantai

  • 04 Feb 2026 19:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Forkopimda Provinsi Bali menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembersihan sampah di kawasan pantai. Menurutnya, respons cepat ini mencerminkan kepemimpinan daerah yang sigap sekaligus menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat Bali terhadap kelestarian lingkungan.

"Saya mengapresiasi langkah cepat Gubernur Bali beserta seluruh jajaran serta Pangdam, Kapolda, dan masyarakat Bali. Dalam menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Prabowo terkait pembersihan sampah di kawasan pantai," kata Wapres dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Rabu, 4 Februari 2026.

"Gerak cepat ini mencerminkan kepemimpinan yang responsif sekaligus kepedulian nyata masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pariwisata Bali," ujarnya. Wapres menegaskan, kebersihan lingkungan merupakan faktor penting dalam menjaga daya tarik pariwisata, khususnya di destinasi unggulan seperti Bali," ucapnya.

Mengikuti arahan Presiden Prabowo, Forkopimda Bali melakukan aksi pembersihan sampah laut di Pantai Kuta, Bali, Selasa, 3 Februari 2026. Aksi ini diikuti anggota TNI, Polri, Pemda, dan Masyarakat Bali baik PNS hinga siswa-siswi sekolah.

Aksi ini sendiri bentuk sinergi lintas instans dalam menjaga kebersihan pesisir. Hal ini juga mendukung pelestarian lingkungan sebagai aset strategis pariwisata Bali.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi pantai Bali yang kotor dan dipenuhi sampah. Kondisi itu dinilai mengancam citra Bali sebagai destinasi wisata utama.

Presiden mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah menjaga kebersihan kawasan pariwisata. Menurut Kepala Negara, sampah dapat mengurangi minat wisatawan berkunjung ke Bali.

“Ini maaf ya, gubernur, bupati dari Bali, ini real loh kondisi Bali bulan Desember 2025. Ini pantai Bali loh," kata Presiden dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.​

"Bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah? Apa susahnya sih?” ucap Presiden, tegas.

Presiden mengatakan, kepala daerah harus menggerakkan partisipasi masyarakat membersihkan pantai. Pelajar diminta terlibat gotong royong menjaga kebersihan lingkungan pesisir.

“Entah hari Sabtu, Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai ini. Karena ini pantai kita, halaman kita, ayo kita bersihkan ramai-ramai,” kata Presiden.

Presiden membuka opsi melibatkan TNI dan Polri membersihkan pantai Bali. Langkah itu ditempuh bila pemerintah daerah dinilai tidak mampu.

“Apa salahnya, kalau bupati dan gubernur tidak bisa saya perintah? Dandim, danrem, saya perintahkan kau gerakkan anak buahmu," kata Presiden.

"Korve tiap hari, atau beberapa hari, korve, korve korve. Kepolisian gerakkan korve, korve, korve,” ucapnya, menegaskan.

Presiden mengatakan, menerima menerima keluhan langsung dari Jenderal asal Korea Selatan terkait kondisi Bali yang dinilai semakin kotor. Keluhan tersebut, kata Presiden, harus dijadikan bahan koreksi bersama. 

“Dia bilang, ‘Your Excellency, I just came from Bali, oh Bali so dirty now, Bali not nice’. Bah, saya tapi terima itu sebagai koreksi, ini harus kita atasi bersama,” ujarnya. 

Kepala Negara mengingatkan sektor pariwisata sangat bergantung pada kebersihan dan kenyamanan destinasi. Menurutnya, wisatawan tidak akan datang jika pantai-pantai di Bali tetap kotor.

“Apakah turis mau datang melihat sampah? Indonesia indah, dia mau datang lihat tetapi kumuh, dia mau ke Bali, tapi pantai Bali kotor,” ujar Presiden.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....