BNN Tekankan Kampanye Digital Lawan Peredaran Narkotika
- 04 Feb 2026 17:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menegaskan pentingnya kampanye berkelanjutan melalui media sosial sebagai garda terdepan melawan masifnya peredaran narkotika di Indonesia. Upaya tersebut dinilai krusial di tengah perubahan pola penyalahgunaan narkoba yang semakin menyasar generasi muda melalui media dan produk yang tampak “aman”.
Hal itu disampaikan Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto saat menerima audiensi pengurus Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT). Ia menyebutkan, prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia saat ini telah mencapai 2,11 persen atau setara dengan sekitar 4,11 juta penduduk.
Menurut Komjen Pol. Suyudi, ancaman narkotika kini mengalami evolusi seiring perkembangan gaya hidup dan teknologi. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah penyalahgunaan produk rokok, khususnya rokok elektrik, yang mulai disusupi zat narkotika berbahaya.
“Rokok sekarang sudah berevolusi. Isinya bukan lagi sembarangan, tetapi mulai disusupi narkotika golongan dua seperti etomidate yang sangat membahayakan generasi muda kita,” ujar Komjen Pol. Suyudi di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. Ia menegaskan, kondisi ini menuntut kewaspadaan kolektif dari seluruh elemen masyarakat.
BNN, lanjut Suyudi, pada awal tahun 2026 telah berhasil mengungkap laboratorium terselubung yang memproduksi narkotika jenis baru. Narkotika tersebut dirancang untuk disusupkan ke dalam cairan rokok elektrik atau vape yang beredar di masyarakat.
Ia mengapresiasi langkah WITT yang secara konsisten menyuarakan bahaya tembakau dan turunannya, karena isu tersebut dinilai beririsan langsung dengan upaya pencegahan narkotika. Kolaborasi lintas sektor, menurutnya, menjadi kunci dalam menghadapi kejahatan narkotika yang semakin kompleks.
Sementara itu, perwakilan pengurus WITT Venna Melinda menyatakan organisasinya berkomitmen memperkuat edukasi dan literasi, khususnya bagi perempuan dan anak muda. Kelompok ini dinilai rentan menjadi sasaran karena minimnya pengetahuan terkait zat berbahaya yang kini dikemas dalam berbagai bentuk produk.
Venna mengakui tantangan ke depan semakin berat seiring munculnya berbagai zat baru yang disamarkan dalam produk tembakau maupun non-tembakau. Oleh karena itu, pendekatan edukasi dini menjadi strategi utama yang terus didorong WITT.
Dalam audiensi tersebut, BNN dan WITT juga membahas kekhawatiran bersama terkait evolusi rokok elektrik yang kerap disalahgunakan sebagai media peredaran narkotika. Fenomena ini dinilai memerlukan respons cepat dan terintegrasi dari pemerintah dan masyarakat sipil.
Melalui pertemuan itu, kedua pihak sepakat memperkuat sinergi dalam memberikan edukasi dini, terutama di lingkungan sekolah. Langkah ini diharapkan mampu membentengi generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa dari ancaman narkotika dan zat adiktif lainnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Umum WITT Zulfianti Noor beserta jajaran pengurus, antara lain Mirna Kurniati dan Nova Hasan. Pertemuan ini menjadi awal penguatan kolaborasi berkelanjutan antara BNN dan WITT dalam upaya pencegahan narkotika nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....