Konsolidasi Sekolah Rakyat, Gus Ipul Tekankan Integritas-Mutu
- 31 Jan 2026 00:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Bekasi - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menekankan integritas dan mutu sebagai fondasi utama Program Sekolah Rakyat. Penegasan itu disampaikan Gus Ipul saat Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Jumat 30 Januari 2026.
Kegiatan ini diikuti 166 kepala Sekolah Rakyat dari seluruh Indonesia. Koordinasi bertujuan memastikan penyelenggaraan Sekolah Rakyat berjalan terencana, akuntabel, dan transparan.
Gus Ipul meminta seluruh pengelola membangun integritas bersama dalam setiap proses pendidikan. “Integritas itu ada di hati, pencegahannya lewat aturan dan teknologi,” ucap Gus Ipul dalam rilis resmi Kemensos.
Ia menilai integritas harus diwujudkan melalui praktik sederhana, termasuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Memasuki 2026, Gus Ipul menekankan penyelesaian standar nasional Sekolah Rakyat.
Standar tersebut mencakup tata kelola seragam dan kualitas layanan setara di seluruh wilayah. Ia mengakui kualitas layanan di wilayah 3T masih menjadi tantangan utama.
“Sekolah tidak boleh bergantung pada figur kepala sekolah, sistemnya harus kuat,” katanya.
Gus Ipul mendorong Sekolah Rakyat memiliki DNA unggulan sejak dini. Penggunaan bahasa asing di aktivitas sekolah dinilai penting membangun daya saing siswa.
“Sekolah rakyat tidak boleh dikenal karena siapa siswanya, tapi mutu lulusannya,” ucapnya.
Ia menekankan lulusan Sekolah Rakyat harus mampu melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja. Kepala sekolah diminta menjaga mutu lulusan, bukan sekadar mengejar kelulusan formal.
Negara, kata Gus Ipul, ingin Sekolah Rakyat melahirkan generasi unggul dan berkarakter kuat. Pada 2025, Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi di 166 titik di 34 provinsi.
Program tersebut menampung 15.945 siswa, didukung 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Pemerintah kini mulai membangun Sekolah Rakyat Permanen di 104 titik lokasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....