PBNU Luncurkan NU–Harvest Maslaha, Perkuat Investasi Syariah Global
- 30 Jan 2026 19:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi memperkenalkan Nahdlatul Ulama–Harvest Maslaha (NHM) dalam soft launching pada Jumat 30 Januari 2026. NHM merupakan platform investasi syariah global resmi NU yang bertujuan mengonsolidasikan potensi sumber daya keuangan global.
Peluncuran NHM dilakukan langsung oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf di JW Marriott Hotel Jakarta. Dalam kesempatan ini, Gus Yahya didampingi Harvest Advisor Singapore, Andrew Tan dan Sekretaris Lakpesdam PBNU, Ufi Ulfiah.
Kehadiran NHM diproyeksikan menjadi motor konsolidasi sumber daya keuangan global berbasis syariah yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan publik. Peluncuran NHM ini menandai langkah strategis NU dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional dan global.
Organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini menegaskan perannya tidak hanya sebagai otoritas moral. Tetapi juga sebagai aktor institusional yang mampu mengelola investasi, tata kelola, serta dampak sosial secara berkelanjutan.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan, inisiatif ini merupakan ikhtiar NU untuk menjembatani nilai-nilai Islam dengan kebutuhan pembangunan nasional. Serta dinamika ekonomi global.
Ia menekankan, bahwa ekosistem ekonomi syariah harus dibangun di atas prinsip keadilan, transparansi, dan kebermanfaatan sosial yang nyata. “Investasi syariah bukan semata soal keuntungan finansial, tetapi tentang menjaga amanah, keberkahan, dan keberlanjutan,” ujar Gus Yahya dalam sambutannya.
NHM dibangun melalui kemitraan strategis antara PBNU dan Harvest Advisors, institusi manajemen investasi global yang berpengalaman. Khususnya, dalam pengelolaan dana berbasis syariah.
Platform ini mengusung dual governance system yang mengintegrasikan praktik manajemen investasi internasional dengan prinsip-prinsip syariah PBNU. Termasuk pengawasan Dewan Pengawas Syariah bersama.
Dalam kesempatan yang sama, PBNU juga memperkenalkan Sharia Global Services (SGS) sebagai pilar pendukung untuk memastikan tata kelola, kepatuhan syariah, sertifikasi halal. Serta integritas ekosistem industri dan investasi syariah lintas sektor maupun lintas negara.
Managing Director Harvest Advisors sekaligus CEO NHM, Andrew Tan, menyebut kolaborasi ini dirancang untuk mendorong Indonesia menjadi pusat investasi syariah yang kredibel dan kompetitif secara global. Menurutnya, NHM akan menjadi jembatan antara modal global, sektor riil, dan nilai-nilai syariah yang berorientasi pada dampak sosial.
Agenda peluncuran ini turut dihadiri CEO Danantara Indonesia sekaligus Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) H.E. Dr. Rosan Perkasa Roeslani dan mantan Wapres KH Ma’ruf Amin. Serta para pemangku kepentingan dari regulator, lembaga keuangan, sovereign wealth funds, pelaku industri, hingga perwakilan diplomatik berbagai negara.
Melalui NHM dan SGS, PBNU menargetkan peningkatan arus investasi syariah ke sektor-sektor prioritas. Seperti industri halal, pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, dan infrastruktur publik.
Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai Global Sharia Investment Hub.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....