Puluhan Personel TNI AL Jadi Korban Longsor Cisarua

  • 29 Jan 2026 11:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta — TNI Angkatan Laut (TNI AL) menyampaikan sebanyak 23 prajurit Korps Marinir gugur dalam musibah tanah longsor, di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Prajurit tersebut menjadi korban saat pelaksanaan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI–PNG di wilayah Cisarua.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga para prajurit yang gugur. TNI AL memastikan seluruh hak prajurit dan keluarga korban akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

“TNI AL akan memberikan santunan, beasiswa pendidikan bagi putra-putri prajurit hingga jenjang sarjana. Kemudian kesempatan dan kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI/TNI AL," ujar Ali dalam keterangannya, Kamis, 29 Januari 2026.

Selain itu, pendampingan psikologis juga diberikan kepada keluarga korban. Diketahui bencana longsor tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi yang menyebabkan pergerakan tanah di lokasi latihan.

"Hingga Rabu kemarin, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi lima jenazah prajurit. Sementara 18 prajurit lainnya masih dalam proses pencarian," katanya.

Adapun lima prajurit yang telah dievakuasi yakni Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Koriq. Kemudian, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, dan Pratu Marinir Febry Bramantio.

Kelima jenazah telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing untuk diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan secara militer sebagai. Dalam operasi pencarian, TNI AL mengerahkan sedikitnya 200 personel Marinir yang bergabung dengan berbagai unsur dan lembaga terkait.

Proses evakuasi didukung penggunaan drone, sensor termal. Pihaknya juga mengerahkan anjing pelacak, serta alat berat untuk menyisir material longsor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....