Ketua LSF: Jaga Kepercayaan Penonton Jadi Tantangan Film Nasional
- 28 Jan 2026 17:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Naswardi mengatakan, kepercayaan penonton menjadi tantangan utama film nasional. Tantangan ini muncul setelah capaian positif dua tahun terakhir.
Menurutnya, jumlah dan apresiasi penonton harus terus meningkat. Saat ini, lanjut dia, fokus utama LSF adalah menjaga kepercayaan publik terhadap film nasional.
“Tantangan kita mempertahankan kepercayaan penonton film nasional Indonesia. Pada 2026 kita ingin film nasional kita terus meningkat dari sisi jumlah, termasuk dari sisi apresiasi penonton," kata Naswardi dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Tahun 2025 di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026
Data Kementerian Kebudayaan mencatat penonton film nasional mencapai 80,2 juta pada 2025. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perfilman nasional.
Untuk itu, LSF terus meningkatkan kualitas film melalui pengawasan ketat. Adapun setiap film dinilai dengan status lulus atau tidak lulus sensor.
“Ini bentuk perlindungan dari dampak negatif konten melanggar hukum. Pengawasan dilakukan sesuai norma dan ketentuan berlaku," ujarnya.
Sepanjang 2025, LSF menerbitkan 41.092 surat lulus sensor. Sebanyak 545 judul film layar lebar telah disensor.
Kategori usia Remaja 13+ mendominasi penggolongan usia penonton. Disusul kategori Semua Umur dan Dewasa 17+.
Permohonan sensor tayangan digital atau OTT meningkat dua kali lipat. Platform digital mendorong lonjakan volume penyensoran.
Sebaliknya, penyensoran televisi free to air mengalami penurunan. Kondisi dipicu tekanan ekonomi dan migrasi penonton digital.
Produksi film nasional menunjukkan ketahanan kuat dibanding film impor. Tingkat kepatuhan sensor mencapai 99,77 persen tanpa revisi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....