Allisa Wahid Ingatkan Pentingnya Mitigas Jamaah Haji Lansia
- 27 Jan 2026 03:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta: Anggota Amirul Hajj Perempuan 2023-2024 Alissa Wahid mengingatkan pentingnya mitigasi dini bagi jamaah haji lanjut usia (lansia) saat fase kritis puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Dalam pembekalan kepada ribuan calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa, Alissa menyoroti kerentanan fisik jamaah lansia akan sangat teruji di fase Armuzna.
Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, kata dia, banyak jamaah lansia yang mengalami kelelahan ekstrem atau ketidakmampuan beradaptasi dengan situasi tenda di Mina yang padat.
"Berdasarkan pengalaman di lapangan, pada saat pelaksanaan puncak ibadah haji, sering kali terdapat kondisi tertentu yang mengharuskan jamaah lansia segera dipulangkan ke hotel karena tidak mampu beradaptasi. Mekanisme seperti ini perlu dipikirkan secara matang dan dimitigasi sejak awal," ujar Alissa.
Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia itu menegaskan keputusan untuk memulangkan lebih awal (tanazul) jamaah dari Mina ke hotel atau melakukan skema safari wukuf bagi yang sakit, harus memiliki indikator yang jelas.
Menurutnya, petugas haji di lapangan harus memiliki pemahaman yang sama mengenai kapan seorang jamaah lansia membutuhkan intervensi khusus agar tidak terlambat penanganannya.
Tantangan demografi jamaah haji Indonesia yang didominasi lansia, lanjut Alissa, menuntut pola operasi yang berbeda. Kepadatan di Mina, antrean kamar mandi, hingga jarak lempar jumrah adalah faktor risiko tinggi.
Oleh karena itu skema perlindungan jamaah di fase ini tidak bisa disamakan dengan jamaah reguler yang fisiknya prima.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....