Peringatan Hari Gizi, Wamen BKKBN Tekankan Pentingnya 1000 HPK

  • 26 Jan 2026 17:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fondasi yang menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Demikian disanpaikan oleh Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Pernyataan ini disampaikan pada puncak peringatan Hari Gizi Nasional 2026 dalam acara “1000 Hari Cinta: Ibu Sehat, Anak Cerdas”. Acara tersebut digelar Yayasan Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi (KPPB), Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun adalah masa emas yang tidak terulang. "Investasi terbaik yang bisa kita berikan untuk masa depan bangsa adalah memastikan setiap anak mendapatkan gizi optimal" ucapnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Senin, 26 Januari 2026.

Selain itu, Founder KPPB, Meiline Tenardi, dalam sambutannya menyoroti pentingnya kolaborasi untuk mengatasi tantangan di lapangan. "Gizi bukan hanya persoalan makanan, tetapi bagaimana kehidupan dibentuk sejak dini," ujarnya.

Ia menilai, bahwa seringkali, keinginan besar keluarga untuk memberikan yang terbaik terbentur keterbatasan akses informasi. Kehadirannya merupakan sebuah bukti bahwa masyarakat bisa menciptakan ruang belajar bersama yang aplikatif.

Acara ini secara gamblang mengingatkan, pencegahan stunting dan optimalisasi 1000 HPK adalah tanggung jawab kolektif. Dukungan tidak hanya diperlukan dari ibu, tetapi juga dari ayah, keluarga besar, komunitas, hingga kebijakan pemerintah yang inklusif.

Acara ini mencapai klimaksnya dengan penandatanganan kanvas dukungan bersama oleh Wamen Isyana, dan Founder KPPB Meiline Tenardi. Adapun para narasumber ahli, serta perwakilan dunia usaha dan komunitas.

Aksi simbolis ini merekam komitmen kolektif untuk bersinergi menjaga masa emas 1000 HPK. Sebagai wujud perhatian langsung, Wamen Isyana dan Founder KPPB menyerahkan bantuan sembako para masyarakat.

Komitmen yang ditunjukkan dalam aksi simbolis tersebut sejalan dengan dan diperkuat program-program prioritas Kemendukbangga/BKKBN. Kementerian mendorong partisipasi aktif semua pihak dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Program-program ini dirancang sebagai platform operasional bagi kolaborasi pentahelix, dengan fokus mendampingi keluarga. Serta menguatkan peran pengasuhan, khususnya peran ayah dan melakukan intervensi tepat untuk mencegah stunting sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....