Transisi Energi, IPA Optimisme Industri Hulu Migas Nasional

  • 26 Jan 2026 12:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesian Petroleum Association (IPA) optimis terhadap masa depan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional. Walaupun di tengah tantangan global, kebutuhan ketahanan energi, serta agenda transisi energi.

Vice President IPA, Ronald Gunawan mengatakan ketahanan energi nasional tetap menjadi agenda strategis pemerintah dan industri, dengan target jangka panjang yang ambisius. Namun, realistis apabila didukung oleh kebijakan yang tepat dan iklim investasi yang kompetitif.

Ia menekankan target produksi nasional sebesar satu juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari. Ini merupakan cita-cita yang mencerminkan komitmen Indonesia terhadap kemandirian energi.

“Kami melihat target tersebut sebagai aspirasi yang positif. Yang terpenting adalah bagaimana roadmap pemerintah untuk mencapainya, terutama melalui percepatan eksplorasi dan pengembangan lapangan baru,” ujarnya, Senin 26 Januari 2026.

Menurutnya, sebagian besar lapangan migas yang telah beroperasi di wilayah konvensional seperti Sumatra, Jawa dan Kalimantan telah mengalami penurunan produksi. Sehingga eksplorasi menjadi kunci utama keberlanjutan industri.

Ronald juga menyoroti dalam beberapa tahun terakhir, minat investor terhadap sektor hulu migas Indonesia mulai menunjukkan tren pemulihan. Kembalinya sejumlah perusahaan internasional serta meningkatnya ketertarikan pemain baru mencerminkan tumbuhnya kepercayaan terhadap stabilitas iklim investasi di Indonesia.

Kendati demikian, ia menegaskan investasi migas bersifat jangka panjang dan sangat bergantung pada kepastian fiskal, stabilitas regulasi, serta jaminan keamanan. “Indonesia memiliki keunggulan kompetitif berupa stabilitas nasional, ketersediaan sumber daya alam, serta kualitas sumber daya manusia yang baik," kata dia.

Tantangannya adalah menciptakan lingkungan usaha yang semakin kompetitif, termasuk penyederhanaan perizinan dan pembaruan regulasi. IPA juga terus mendorong diselesaikannya Revisi Undang-Undang Migas agar lebih adaptif terhadap tantangan dan kondisi sektor hulu migas saat ini serta memberikan kepastian hukum bagi investor.

Sementara, Chairperson IPA Convex 2026, Teresita Listyani menjelaskan penyelenggaraan IPA Convex ke-50 ini bukan sekadar perayaan historis. Tetapi menjadi momentum refleksi dan aksi untuk membentuk masa depan industri energi Indonesia.

Mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth”, IPA Convex 2026 akan menjadi platform strategis untuk dialog kebijakan, pertukaran gagasan, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan. “Refleksi tanpa aksi hanya akan menjadi nostalgia," ucap Ronald.

Karena itu, IPA Convex 2026 dirancang untuk mendorong solusi nyata atas tantangan industri, mulai dari investasi, teknologi, hingga transisi energi. Partisipasi dalam IPA Convex menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, baik dari sisi jumlah delegasi, negara peserta, exhibitor, maupun jurnalis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....