Mengenal Kecamatan Cisarua, Lokasi Longsor Renggut Korban Jiwa

  • 25 Jan 2026 08:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Bandung - Bencana tanah longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari. Peristiwa ini dilaporkan menelan korban jiwa sedikitnya delapan orang dan membuat 82 warga masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Secara geografis, Kecamatan Cisarua berada di bagian utara Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat dengan luas kecamatan 55,47 km persegi. Wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kecamatan Lembang, Kecamatan Parongpong, dan Kecamatan Cipatat.

Secara administratif, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat terdiri dari delapan desa. Meliputi Pasirhalang, Pasirlangu, Jambudipa, Kertawangi, Tugumukti, Padaasih, Cipada, dan Sadangmekar.

Baca Juga:

- Pencarian Dilanjutkan, Korban Longsor Bandung Barat Mulai Teridentifikasi

- Bencana Longsor Bandung Barat, DPR Tegaskan Peringatan Keras

Menurut data Badan Statistik Nasional, jumlah penduduk Cisarua berada di angka 84.651 tahun 2024. Dengan jumlah Rukun Warga (RW) dan Rukung Tetangga (RT) terbanyak di desa Jambudipa, menjadikannya desa dengan sebaran penduduk terpadat di Cisarua.

Cisarua termasuk ke dalam kawasan dataran tinggi Bandung Barat dengan ketinggian sekita 900-1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sedangkan beberapa lereng pegunungan bisa lebih tinggi, mendekati 1.500 mdpl.

Wilayah Kecamatan Cisarua cenderung berbukit hingga pegunungan yang didominasi lereng curam. Wilayah yang diapit kawasan pegunungan, tanah di Kecamatan Cisarua cenderung bertipe tanah vulkanik.

Kondisi tanah vulkanik di daerah ini umumnya subur. Namun karena letaknya di sekitar patahan aktif (Sesar Lembang), daerah ini juga memiliki karakteristik batuan yang lebih lemah dan rawan pergerakan tanah.

Kecamatan Cisarua kembali menjadi perhatian pasca tanah longsor melanda Desa Pasirlangu. Bencana dilaporkan dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Barat selama beberapa hari berturut-turut.

Material tanah, batu, dan pepohonan menimbun setidaknya sekitar 30 rumah warga di lereng Gunung Burangrang. Akibat kejadian itu, sebanyak 37 kepala keluarga terdampak dengan total warga terdampak mencapai 114 orang.

Badan Meteorologi mencatat curah hujan ekstrem di wilayah Jawa Barat meningkatkan potensi banjir dan longsor. Peringatan cuaca ekstrem dikeluarkan sebelum kejadian akibat hujan lebat yang diperkirakan berlangsung selama sepekan.

Kombinasi faktor topografi curam, tanah vulkanik, dan hujan ekstrem meningkatkan risiko longsor. Mitigasi tata ruang dan rehabilitasi vegetasi dinilai penting untuk mengurangi dampak dari bencana yang terjadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....