Pemerintah Tekankan KBBI Wujud Jati Diri Bangsa

  • 24 Jan 2026 17:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Bogor – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muhsin mengatakan, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan karya besar anak bangsa. Untuk itu, kamus ini harus dijaga marwah dan kewibawaannya.

Menurutnya, KBBI bukan sekadar rujukan bahasa. Namun juga menjadi cerminan jati diri bangsa Indonesia.

"Bahasa mencerminkan bangsa dan negara. Karena itu, KBBI adalah kebanggaan kita bersama yang harus dirawat dan manfaatkan secara bertanggung jawab," ujar Hafidz dalam Taklimat Media Bersama Forum Wartawan Pendidikan di Gedung Arjuna, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 23 Januari 2026.

Hafidz menjelaskan fungsi utama KBBI adalah mencatat bahasa yang hidup. Bahasa Indonesia terbentuk dari beragam pengaruh, termasuk bahasa daerah dan asing.

Ia mengatakan, KBBI tetap produk intelektual bangsa Indonesia. “Kamus tidak bersifat kaku, ia hidup dan dinamis,” ucapnya, tegas.

Hafidz menyebut kreativitas berbahasa termasuk bahasa gaul tidak bisa diabaikan. Sebagian bentuk bahasa itu sudah dicatat dalam KBBI.

Hal tersebut menunjukkan KBBI merekam realitas bahasa masyarakat. KBBI hadir bukan untuk menghakimi pengguna bahasa.

Badan Bahasa terus mendorong pemanfaatan KBBI melalui program strategis. Salah satunya Program Kamus Masuk Sekolah.

Program itu bertujuan menumbuhkan budaya berkamus sejak dini. Siswa juga dibekali pemahaman teknik menggunakan KBBI tepat.

“Penggunaan kamus bukan hanya mencari arti kata. Namun juga pemahaman konteks, makna, dan etika berbahasa," ujarnya.

Hafidz mengatakan, pemutakhiran KBBI harus dilakukan benar dan bertanggung jawab. Prinsip utama adalah responsif terhadap perubahan kosakata.

Menurutnya, kosakata terus berubah sesuai dinamika sosial. “Responsivitas lahir dari kepekaan kita terhadap bahasa yang tumbuh,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya etika dan konteks dalam berbahasa. Makna kata bergantung situasi, mitra bicara, dan konteks formal atau nonformal.

Kepala Pusat Pengembangan, Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen, Dora Amalia mengatakan, sejak pertama kali dibukukan, KBBI telah menerima 256.000-an usulan lema. Dari 181.293 di antaranya telah disunting, 75.181 lema diproses, 218 lema diarsipkan, 124.479 diterima, dan 38.298 ditolak.

"Usulan apakah entri itu masuk nonaktifkan, dibuang, atau tidak, itu dibicarakan dalam rapat redaksi. Kami rutin rapat redaksi agar segala persoalan yang muncul diketahui tim redaksi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....