Pakar: Black Box Kunci Ungkap Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

  • 22 Jan 2026 15:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Pusat Studi Air Power Indonesia, Chappy Hakim mengatakan, black box berperan krusial dalam mengungkap penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500. Perangkat ini menjadi acuan utama tim investigasi untuk mengetahui kemungkinan terbesar penyebab kecelakaan.

Black box, lanjut dia, terdiri dari dua komponen utama, yakni Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR). CVR merekam percakapan di kokpit, sementara FDR mencatat data penerbangan dan kondisi mesin.

Black Box itu terdiri dari dua komponen, yaitu voice data recorder dan flight data recorder. Merekam data-data penerbangan antara lain, flight instrument, dan engine instrument,” kata Chappy dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Kamis, 22 Januari 2026.

Rekaman suara dalam CVR mencakup komunikasi pilot, kopilot, hingga petugas pengatur lalu lintas udara. Sementara FDR menyimpan data instrumen penerbangan dan manuver pesawat.

Chappy mengatakan, black box merekam sekitar 30 menit terakhir sebelum kecelakaan terjadi. Rekaman tersebut menjadi bahan utama analisis penyelidik dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Data yang terekam kemudian dibawa ke laboratorium untuk dibaca dan dianalisis secara rinci. Tim investigator akan memeriksa setiap percakapan dan pergerakan pesawat satu per satu.

"Tim akan menganalisa dan mendiskusikan apa sebenarnya yang terjadi dengan data-data itu. Sehingga mereka bisa sampai pada satu kesimpulan bahwa oke, ternyata kecelakaan itu terjadi karena apa,” ujarnya.

Dia mengatakan, dalam kecelakaan yang berujung tidak ada korban selamat, black box menjadi sumber informasi paling penting. Tanpa perangkat ini, penyebab kecelakaan akan sangat sulit diungkap.

Proses investigasi, lanjutnya, tidak memiliki batas waktu pasti. Namun, umumnya dibutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan.

“Relatif ya tidak ada waktu standar. Paling tidak 2-3 bulan itu diperlukan untuk bisa sampai pada sebuah kesimpulan atau penyebab yang paling mungkin terhadap kecelakaan itu,” katanya.

Hasil akhir investigasi biasanya disertai rekomendasi untuk maskapai, pabrikan, hingga awak pesawat agar tidak terjadi kecelakaan serupa. Setiap temuan diharapkan mampu meningkatkan keselamatan penerbangan di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....