BPOM Raih WLA Perkuat Kerja Sama dengan Singapura
- 21 Jan 2026 17:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar menyampaikan BPOM baru saja menjalin kerja sama resmi dengan HSA Singapura. Ia menegaskan kerjasama tersebut dilakukan setelah BPOM memperoleh status WLA ‘WHO Listed Authority’ sebagai standar maturitas tertinggi pengawasan obat dan makanan.
“Kita maturitas level 4, ditambah dengan masuk ke list, ke daftar dari otoritas-otoritas negara-negara yang paling tinggi tingkat standarisasinya. Berarti itu prestasi, prestasinya Badan POM, tapi prestasi bangsa kita secara keseluruhan,” ujarnya langsung kepada RRI.co.id di kantor BPOM, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Januari 2026.
Taruna menjelaskan status WLA menunjukkan reputasi, keunggulan, serta kematangan sistem pengawasan BPOM yang diakui otoritas global. Ia menyebut capaian tersebut merupakan prestasi bangsa karena diperjuangkan sejak tahun 2012 dan baru berhasil diraih setelah 14 tahun.
Menurutnya, kerja sama dengan HSA Singapura merupakan bentuk pengakuan internasional terhadap standar pengawasan obat dan makanan Indonesia. Ia mengatakan MoU tersebut menjadi kerja sama lintas negara pertama yang terdaftar pada tahun 2026 melalui koordinasi Kementerian Luar Negeri.
“Harus diregister, dikoordinasikan oleh kementerian luar negeri, negara-negara yang akan kita lakukan kerjasama tersebut. Dan ternyata kita di tahun 2026 ini, dari seluruh lembaga, register pertamanya untuk kerjasama antar negara yaitu Badan POM,” ucapnya.
Ia menyampaikan kerja sama itu mencakup sembilan karakteristik WLA termasuk regulatoristik, registrasi produk, evaluasi risiko, pengawasan pascapemasaran. Ia menegaskan tidak semua karakteristik langsung berjalan karena pelaksanaannya bertahap dan bergantung pada kesiapan sumber daya manusia.
Taruna menilai posisi Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah penduduk dan sumber daya hayati menjadi keunggulan utama dalam kerja sama tersebut. Ia menegaskan kerjasama BPOM dan HSA harus memberikan manfaat timbal balik bagi Indonesia maupun Singapura.
“Tentu namanya kerjasama bukan hanya untung di Indonesia dong, harus untung di Singapura juga. Kita lakukan kerjasama itu dan itu bagian dari MoU,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....