Pakar Soroti Kesehatan Mental Anak Dipengaruhi Gawai dan Bullying

  • 21 Jan 2026 15:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan memperkirakan 28 juta dari 287 juta penduduk Indonesia memiliki masalah kesehatan jiwa. Masalah kesehatan mental anak dan remaja dipicu penggunaan gawai berlebihan serta perundungan.

Praktisi Kesehatan Mental Putra Wiramuda menyoroti pesatnya perkembangan media sosial beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut mempengaruhi rasa aman anak dan remaja.

“Paparan berita negatif berulang dapat memperburuk kondisi kesehatan mental anak. Kondisi ini memicu kecemasan berkepanjangan yang berpotensi berkembang menjadi depresi," kata Putra dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

Putra mengatakan, perundungan di lingkungan sekolah menjadi tekanan serius bagi anak. Tekanan tersebut kerap terjadi tanpa disadari orang tua maupun lingkungan sekitar.

Menurutnya, gangguan kesehatan mental dapat menghambat tumbuh kembang anak. Dari sisi pendidikan anak berisiko kehilangan kesempatan belajar secara optimal.

Tanda awal gangguan mental meliputi penurunan nafsu makan dan gangguan tidur. Anak dan remaja cenderung tertutup serta menarik diri dari lingkungan sosial.

Pemerhati Perlindungan Anak Imaduddin Hamzah mengatakan, peran keluarga sekolah dan pemerintah penting dalam mengatasi persoalan tersebut. Ia merekomendasikan komunikasi keluarga konseling sekolah dan peningkatan kesadaran kesehatan mental.

Ia berharap pemerintah memfasilitasi perlindungan nyata bagi anak dan remaja. “Salah satu masalah utama adalah regulasi ada, namun penegakan dan sosialisasinya masih lemah,” katanya.

Hamzah mengatakan, rasa aman anak harus dibangun dari lingkungan keluarga. Sekolah kemudian mendukung melalui layanan konseling dan menjadi ruang kepercayaan anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....