Komisi VII DPR Dorong Konsistensi Target Pariwisata Nasional
- 21 Jan 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyatakan kebijakan pariwisata membutuhkan konsistensi target dan data. Ia menilai ketidakjelasan target wisatawan mancanegara berpotensi melemahkan fokus pembangunan sektor pariwisata nasional.
Evita menyampaikan apresiasi atas capaian dan penghargaan sektor pariwisata Indonesia sepanjang tahun 2025. Namun ia menegaskan penghargaan tidak dapat dijadikan ukuran utama keberhasilan pembangunan pariwisata nasional.
“Ukuran utama keberhasilan pariwisata tetap adalah peningkatan kunjungan wisatawan dan peningkatan devisa kita. Keberlanjutan serta pemerataan daripada manfaat pariwisata secara nasional juga menjadi indikator utama keberhasilan sektor pariwisata,” ujar Evita dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri Pariwisata di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.
Evita mengkritisi inkonsistensi penetapan target kunjungan wisatawan mancanegara yang disampaikan dalam berbagai pernyataan resmi. Ia mempertanyakan kejelasan data rujukan yang digunakan kementerian.
Ia menilai perbedaan target dapat membingungkan publik dan pembuat kebijakan. “Adanya ketidak konsistenan dalam penetapan target kunjungan wisatawan manca negara,” kata Evita.
Evita membandingkan capaian wisatawan mancanegara terkini dengan kondisi sebelum pandemi Covid-19. Ia menilai pemulihan pariwisata nasional belum sepenuhnya tercapai secara menyeluruh.
Ia menegaskan capaian sekitar 14 hingga 15 juta masih berada di bawah tingkat pra-pandemi. “Tahun 2019 itu sudah 16 juta capaian wisatawan kita,” ucap Evita.
Evita mendorong penetapan target tunggal yang realistis agar kebijakan pariwisata lebih terarah dan terukur. Ia menilai rentang target yang terlalu lebar melemahkan fokus pencapaian.
“Rangenya itu jangan terlalu jauh,” ujar Evita. Ia mengusulkan penetapan target tunggal 18 juta wisatawan mancanegara.
Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan proyeksi optimistis kinerja pariwisata nasional. Ia menyebut tren kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan pertumbuhan positif.
“Kami memproyeksikan saat nanti Badan Pusat Statistik (BPS) menyelesaikan tabulasi kunjungan sampai dengan Desember 2025. Kita akan mencapai 15,3 juta kunjungan,” ujar Menpar.
Menpar menjelaskan peningkatan kunjungan menjadi pengungkit utama perolehan devisa sektor pariwisata nasional. Pemerintah mencatat pertumbuhan devisa dan belanja wisatawan asing.
“Devisa pariwisata tercatat mencapai 13,82 miliar dolar AS,” kata Widiyanti. Ia menambahkan capaian Average Spending per Arrival (ASPA) mencapai 1.259 dolar AS pada triwulan pertama hingga ketiga 2025.
Menpar menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. Sementara, DPR menekankan konsistensi target dan data diperlukan agar kebijakan lebih fokus dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....