Harga Telur Ayam Ras Naik Tipis Januari 2026
- 20 Jan 2026 08:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Puji Ismartini, memaparkan perkembangan harga telur ayam ras nasional. Menurut dia, harga telur ayam ras tercatat mengalami kenaikan tipis.
"Secara rata-rata harga telur ayam ras sudah berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)," ujarnya, Senin 19 Januari 2026. Menurut dia, dilihat dari grafik pergerakannya, harga telur ayam ras terus menunjukan tren peningkatan sejak Mei 2025.
Secara nasional, harga telur ayam ras hingga pekan ketiga Januari 2026 naik 0,17 persen dibandingkan posisi pada Desember 2025. Meski begitu, rata-rata harga telur ayam ras berada di atas harga acuan penjualan berdasarkan pemantauan harga pangan nasional.
BPS melaporkan kenaikan indeks harga telur ayam ras terjadi di 42,50 persen wilayah Indonesia. Pada pekan ketiga Januari 2026, tercatat 153 kabupaten dan kota masih mengalami kenaikan harga telur ayam ras.
Rata-rata harganya berada pada kisaran Rp32.633 per kilogram, sedangkan harga tertinggi mencapai Rp113.846 per kilogram. Sedangkan harga terendah telur ayam ras tercatat sekitar Rp25.000 per kilogram.
Menurut Puji, perbedaan harga antarwilayah ini menjadi pengingat pengendalian inflasi pangan. "Pergerakan harga telur ayam ras perlu terus dicermati menjelang Ramadan," ucapnya.
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri), Tomsi Tohir, mengingatkan inflasi selalu naik menjelang Lebaran. Namun, kenaikan berlebihan dinilai tidak wajar dan harus dicegah.
"Kita sudah mengalami tahun ke tahun setiap mau Lebaran harga-harga pasti naik," katanya. "Kalau kenaikannya wajar saja tentu tidak masalah, tetapi seringkali naik tinggi."
Tomsi mengatakan inflasi bulanan normal berada di kisaran 0,3 persen. Namun, saat Lebaran tahun lalu 2025, inflasi melonjak hingga 1,6 persen.
Ini berarti kenaikan inflasi mencapai lebih dari lima kali lipat dan terjadi hampir pada seluruh komoditas. Menurut Tomsi, hal ini dinilai keterlaluan karena beberapa harga komoditas melonjak hingga tiga sampai empat kali lipat.
Karena itu, Tomsi menegaskan pemerintah akan berupaya mencegah kenaikan harga tak wajar. "Pengendalian alam dilakukan menjelang dan selama periode Lebaran," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....