Menbud Perkuat Kebudayaan Indonesia Melalui 'Indonesian Cultural Outlook'
- 19 Jan 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon melalui Indonesian Cultural Outlook 2026 akan memperkuat ekosistem budaya Indonesia. Upaya tersebut mencakup pengembangan bidang sastra, film, musik, seni pertunjukan, dan seni visual.
Menyoal sastra, pihaknya akan memperluas Program Penerjemahan Sastra Indonesia dengan dukungan pendanaan bagi penerbit asing. "Untuk penerbit asing, kami memperkuat festival literasi bersama program Sasana Sastra, Maestro Sastra, serta Laboratorium Penerjemahan Sastra," katanya saat menghadiri acara Indonesian Cultural Outlook 2026, Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Senin, 19 Januari 2026.
Ia menilai program-program tersebut mampu melahirkan dan mengembangkan talenta sastra yang memiliki daya saing global. Selain itu penguatan sastra Indonesia di tingkat internasional diharapkan memperluas jangkauan pembaca serta memperkokoh posisi sastra nasional global.
Selain bidang sastra, pihaknya juga mendorong film dan musik sebagai industri budaya strategis Indonesia. Pemerintah akan mengembangkan sektor film dan musik dengan indikator produksi, pertumbuhan audiens, serta jangkauan internasional.
Di bidang perfilman, kata dia, pihaknya akan memproduksi film bernarasi sejarah, hingga menggelar lomba produksi film pendek. Upaya tersebut ditargetkan menjangkau 17 festival film internasional utama pada 2026.
"Kami cukup aktif. Setiap bulan, para pelaku industri film Indonesia dikirim ke festival film internasional," ujarnya.
Lebih dari itu, dalam bidang musik, pihaknya akan meneruskan program Konderensi Musik Indonesia dan Festival Musik Tradisi Indonesia. Adapun lainnya, seperti Kompetisi Lagu Anak, Gita Bahana Nusantara, Keroncong Svaranusa, Harmoni Zaman, dan Lokovasia.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penune, menyatakan kekagumannya terhadap prioritas kebudayaan Indonesia. Menurutnya, pemaparan Menbud Fadli menunjukkan fokus yang jelas terhadap warisan budaya.
"Bagus sekali penjelasannya. Tidak hanya pada pelestarian warisan budaya, tetapi juga pada pengembangan dan promosi karya-karya kontemporer," ucapnya.
Ia menambahkan, pendekatan ini sejalan dengan upaya yang dilakukan Prancis dalam mengelola dan memajukan budaya. Sehingga membuka peluang bagi kerja sama bilateral dalam bidang seni, kreatif, dan diplomasi budaya antara kedua negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....