Isra Mikraj, Menag Ajak Umat Peduli Alam Sosial

  • 16 Jan 2026 08:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, salat tidak hanya memiliki nilai kesalehan spiritual. Namun juga memiliki nilai kepedulian terhadap lingkungan sosial dan kelestarian alam.

Ia mengatakan, dalam peristiwa Mikraj, Rasulullah SAW menerima perintah salat lima waktu, yang bukan hanya menjadi kewajiban ibadah. Namun juga fondasi pembentukan kepribadian Muslim yang beriman, berdisiplin, dan berakhlak mulia.

“Salat yang dilaksanakan dengan penghayatan dan pemahaman yang benar akan melahirkan pribadi yang berkesadaran tinggi. Sekaligus memiliki kepekaan sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Menag pada arahannya dalam menyambut Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

“Salat yang dilakukan secara benar mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Sekaligus menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial dan ekologis,” ujarnya, menegaskan.

Lebih lanjut, Menag menyoroti prinsip thaharah sebagai syarat sahnya salat. Prinsip ini, menurutnya, mengajarkan pentingnya menjaga kesucian dan kebersihan, tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga lingkungan.

Sementara itu, gerakan dan tata tertib salat mengandung pesan kedisiplinan, moderasi, serta pengendalian diri. Khususnya, dalam membangun dan memanfaatkan sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan.

Menag mengatakan, esensi Isra Mikraj menunjukkan Islam sebagai fondasi etika ekologis. Konsep tauhid, lanjutnya, mengimplikasikan kesatuan ciptaan (unity of creation), bahwa alam semesta merupakan bagian dari ayat-ayat kauniyah merefleksikan kebesaran Allah SWT.

“Merusak alam berarti mengabaikan tanda-tanda kekuasaan Allah. Sementara menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari manifestasi keimanan dan ketaatan kepada-Nya,” ujarnya.

Melalui peringatan Isra Mikraj 1447 H, Menag mengajak seluruh umat menjadikannya sebagai momentum refleksi meneguhkan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi. Menurutnya, krisis lingkungan yang dihadapi saat ini menuntut hadirnya kesalehan yang utuh.

Di antaranya kesalehan yang tidak hanya tercermin dalam ketaatan beribadah. Namun, juga dalam sikap menjaga keseimbangan alam dan menggunakan sumber daya secara bijaksana.

“Kesalehan sejati bukan hanya yang menghubungkan kita ke langit. Tetapi juga yang menjaga bumi tempat kita berpijak,” ucapnya.

“Semoga peringatan Isra Mikraj ini menjadi titik balik bagi kita semua dalam di menguatkan kesalehan spiritual, kesalehan sosial yang menjunjung tinggi keadilan dan kemaslahatan. Sekaligus kesalehan ekologi yang diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap kelestarian alam,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....