Pengelola Bandara Soetta Dicecar soal Banjir dan Macet

  • 15 Jan 2026 11:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Tangerang: Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (15/1/2026). InJourner Airport (PT Angkasa Pura Indonesia) selaku pengelolanya dicecar persoalan bajir dan juga kemacetan.

Pasalnya, kendala yang kerap terjadi di bandara terbesar di Indonesia itu dapat menghambat pertumbuhan ekosistem ekonomi. "Kendala-kendala yang tidak pernah dapat teratasi ini betul-betul terdampak terhadap ekosistem kepariwisataan kita," ujar Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga.

Lamhot mengatakan dibelahan dunia saat ini, di tengah-tengah ekonomi global yang sangat tidak beruntung, pariwisata itu telah menjadi mesin ekonomi, instrument ekonomi. Pemerintah Indonesia saat ini juga sudah menjadikan pariwisata itu menjadi instrument ekonominya.

"Tujuannya untuk menaikkan pertumbuhan kita. Tetapi kalau kita lihat-lihatannya, kita ini masih sangat jauh tertinggal," ucapnya.

Menurut Lamhot, ada ekosistem yang tidak berperan dalam membangun kaitannya terhadap aksesibilitas, amenitas dan konektivitas. Seperti halnya banjir dan juga macet di Bandara Soekarno-Hatta.

"Pada Senin kemarin, Bandara Soekarno-Hatta kebanjiran dan bahkan macet. Seharusnya masalah seperti ini tidak boleh terjadi terutama di Bandara Soekarno-Hatta," kata Lamhot.

Apabila permasalah ini berulang, lanjutnya, akan sangat mempengaruhi terhadap wisatawan mancanegara ataupun wisatawan nusantara.

"Bukan hanya mempengaruhi terhadap wisman kita, maupun bisnis kita. Bandara kita ini terbesar, sehingga kemudian, masalah-masalah teknis, banjir dan macet kedepan tidak boleh terjadi," ujarnya.

Kalau itu terjadi mungkin diluar Bandara Soekarno-Hatta masih ada toleransi. Tetapi bila di Bandara Soekarno-Hata saja sudah terjadi, maka tidak menutup kemungkinan, ratusan bandara yang lain pun terjadi banjir dan macet.

Lamhot juga membeberkan bila lada 2025, pariwisata Indonesia di tingkat ASEAN saja menempati ranking lima dan sampai hari ini wisatawan mancanegara hanya 13,9 persen. Data ini jelas jauh tertinggal dibandingkan Singapura yang negara kecil.

"Jauh dibandingkan dengan Malaysia, jauh dibandingkan dengan Filipina, Thailand, dan negara-negara lain. Tidak usah dibandingkan ke Eropa, di tingkat ASEAN saja kita sudah jauh tertinggal," kata Lamhot.

Direktur Teknik InJourney Airport, Kristianto Eko Wibowo membantah bila Bandara Soekarno-Hatta, kebanjiran. Karena, yang terendam banjir adalah ruas tol menuju Bandara Soekarno-Hatta.

"Kawasan Bandara Soekarno-Hatta tidak kebanjiran hanya ruas tol dan sisi Bandara Soekarno-Hatta yakni, jalur Parimeter Utara. Karena kami juga mempunyai saluran pembuangan yang langsung kelaut dan dibangun sejak tahun 80-an," ujarnya.

Duketahui, Bandara Soekarno-Hatta tergenang air akibat hujan lebat yang disertai angin kencang pada Senin (22/9/2025) malam. Kejadian ini mengganggu kenyamanan penumpang, terutama di Terminal 3.

Pasalnya, air merembes keluar dari area pintu kedatangan internasional. Salah seorang pengguna jasa bandara, Jamal, mengamati air sempat menggengangi area pintu keluar kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, meskipun tidak sampai terlalu tinggi.

Penumpang yang baru tiba diarahkan ke pintu dua sebagai langkah penanganan sementara. Bahkan, dampak cuaca buruk tidak hanya sebatas genangan, penerbangan dari Dubai sempat dialihkan transit ke Singapura sebelum akhirnya tiba di Jakarta.

“Saudara saya pulang dari Dubai, tetapi sempat transit di bandara Singapura. Alhamdulillah sekarang sudah sampai di Bandara Soekarno-Hatta," kata salah seorang pengunjung lainnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....