Materi Sejarah Sekolah akan Disesuaikan Kurikulum Terbaru

  • 09 Jan 2026 10:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menilai materi pembelajaran sejarah di sekolah perlu menyesuaikan terbitnya buku sejarah nasional terbaru. Menurutnya, buku berjudul dinamika kebangsaan global yang diterbitkan kementerian kebudayaan bisa menjadi referensi materi pembelajaran sejarah Indonesia.

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PGRI, Sumardiansyah Perdana Kusuma, menyebut terbitnya buku berimplikasi langsung pada capaian pembelajaran serta buku. Ia menilai, sejumlah perspektif lama dalam pembelajaran sejarah perlu diperbarui agar relevan dengan kerangka konsep buku sejarah terbaru.

“Terbitnya buku materi sejarah nasional terbaru menuntut adanya penyesuaian capaian pembelajaran dan buku teks di sekolah. Sebab, buku yang selama ini digunakan masih memakai kerangka masa Hindu–Buddha dan Islam,” ujar Sumardiansyah saat berbincang bersama Pro3 RRI, Kamis (8/1/2026).

“Sementara buku terbaru mengusung pendekatan Nusantara dalam jaringan global. Dari sudut lain tentu harus penyesuaian, yang mencakup pada substansi dan perspektif pembelajaran di sekolah."

Menurutnya, perubahan mencakup koreksi mitos penjajahan 350 tahun serta penguatan perspektif perlawanan rakyat dan daerah nasional. Ia menilai, penyesuaian kurikulum menjadi konsekuensi logis agar buku sejarah nasional terbaru dimanfaatkan optimal dalam kegiatan pembelajaran sekolah.

Sumardiansyah menekankan perlunya sosialisasi dan pelatihan guru sejarah agar memahami substansi terbaru, serta mengembangkan bahan ajar secara mandiri. Ia juga mendorong komunikasi lintas kementerian untuk mempercepat penyesuaian kurikulum dan buku teks pelajaran sejarah.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menyebutkan saat kini menunggu keputusan pemerintah terkait penerapan buku sejarah terbaru tersebut. Hal itu disampaikan Kepala seksi kurikulum dan kesiswaan dinas pendidikan Kabupaten Kediri Wawan Sarudi.

“Kami di tingkat daerah menunggu kebijakan resmi dari Kemendik Dasmen terkait penerapan buku sejarah nasional terbaru. Sekolah masih menggunakan kurikulum lama karena ditetapkan kementerian dan terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional,” ujar Wawan Sarudi.

Guru SMP Negeri 238 Jakarta, Teguh Leksono mengatakan perubahan materi pembelajaran hanya dapat dilakukan pada awal tahun ajaran. Ia menilai, informasi awal mengenai substansi buku sejarah terbaru penting disampaikan kepada guru agar dapat mempersiapkan perangkat pembelajaran.

“Perubahan biasanya dilakukan pada awal tahun pelajaran bulan Juli. Namun guru perlu mendapatkan informasi lebih awal agar siap menerapkan perspektif sejarah yang baru,” ujar Teguh guru SMPN 238 Jakarta.

Ia berharap, kehadiran buku sejarah nasional terbaru meningkatkan minat baca serta literasi siswa sekolah menengah di seluruh Indonesia. Buku tersebut membantu siswa memperoleh pemahaman sejarah utuh serta terhindar dari informasi keliru beredar luas melalui media sosial. (Fatimah Azzahra)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....