Presiden Sebut Kritik sebagai Sarana Evaluasi Kebijakan Pemerintah
- 06 Jan 2026 14:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyebut kritik sebagai sarana penting untuk mengevaluasi kebijakan yang telah dijalankan pemerintah. Menurutnya, kritik juga menjadi pengingat sekaligus mekanisme perlindungan dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara.
“Kalau dikritik, malah kita harus bersyukur. Saya dibantu, saya diamankan,” ujar Prabowo saat memberi sambutan dalam Perayaan Natal Nasional di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Ia juga mencontohkan kritik publik yang mendorongnya melakukan evaluasi kebijakan secara objektif. Menurut Prabowo, kritik tersebut membuatnya kembali mengkaji langkah yang telah diambil.
Prabowo mengaku pernah mendapat kritik terkait kekhawatiran publik atas potensi militerisme. Menanggapi hal itu, ia memanggil ahli hukum untuk mengkaji batas kepemimpinan agar tidak bersifat otoriter.
“Kritik dan koreksi itu menyelamatkan, jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak ‘Prabowo mau hidupkan lagi militerisme’. Saya koreksi lagi, apa benar?,” ucapnya.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan kritik tidak boleh berkembang menjadi fitnah.
Ia menilai kebohongan yang memicu perpecahan dan kebencian itu dapat merusak persatuan bangsa.
Presiden juga menyebut seluruh ajaran agama melarang praktik fitnah. Karena itu, ia mengajak masyarakat menyampaikan kritik secara bertanggung jawab.
Di sisi lain, Prabowo mengakui adanya kritik yang bernada sinis dan bertujuan menjatuhkan pemerintah. Namun, ia memilih merespons hal tersebut dengan kerja dan bukti nyata.
“Kita akan bekerja dengan bukti. Bukan dengan janji saja,” kata Prabowo.
Sebelumnya, Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menyebut pandangan-pandangan sinis untuk Prabowo tidak perlu direspons. Menurutnya, kalimat-kalimat sinis yang ditujukan kepada Presiden tersebut adalah kritik yang tidak konstruktif.
“Orang sinis selalu pesimis, selalu menyampaikan kritik, tidak konstruktif. Nada bicara selalu merendahkan, kurang empati, dan sering melemparkan humor hitam atau sarkas," kata Saleh di Jakarta, Kamis (2/1/2026).
Ia meyakini, Prabowo akan tetap bijak dan sabar menghadapi orang-orang yang kerap mengkritiknya. "Kalau soal sabar, Prabowo telah teruji, perjalanan politiknya menunjukkan hal itu,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....