Mengulas Sejarah Hari Lahir Pagar Nusa
- 03 Jan 2026 07:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pagar Nusa merupakan organisasi pencak silat di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang menyatukan berbagai perguruan silat NU. Organisasi ini hadir untuk mewadahi dan mengoordinasikan aktivitas pencak silat warga Nahdlatul Ulama.
Pagar Nusa berdiri pada 22 Rabiul Akhir 1406 Hijriah atau 3 Januari 1986 Masehi. Organisasi ini berdiri di Pondok Pesantren Lirboyo sebagai hasil musyawarah ulama dan pendekar silat NU.
Ketua umum pertama Pagar Nusa adalah KH Abdullah Maksum Jauhari. Nama resmi organisasi ini ditetapkan sebagai Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa.
Sejarah Latar Belakang Pendirian
Pendirian Pagar Nusa dilatarbelakangi kegelisahan ulama dan aktivis pencak silat NU. Saat itu, belum tersedia wadah resmi yang menyatukan berbagai perguruan silat NU.
Para ulama menilai kondisi tersebut berpotensi melemahkan persatuan dan kaderisasi. Aktivitas pencak silat NU berkembang sendiri tanpa koordinasi organisasi.
Gagasan penyatuan muncul saat Kiai Suharbillah sowan kepada KH A Mustofa Bisri. Gus Mus kemudian menyarankan agar gagasan tersebut disampaikan kepada KH Abdullah Maksum.
Musyawarah awal digelar pada 27 September 1985 di Pondok Pesantren Tebuireng. Pertemuan ini membahas pembentukan organisasi silat berafiliasi Jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Agenda musyawarah diarahkan pada penyatuan, pembinaan, dan pengembangan pencak silat. Ulama dan aktivis sepakat membentuk wadah resmi pencak silat NU.
Musyawarah lanjutan digelar pada 3 Januari 1986 di Pesantren Lirboyo. Dalam pertemuan tersebut disepakati nama organisasi Pagar Nusa.
Pagar Nusa resmi disahkan sebagai badan otonom NU pada 16 Juli 1986. Pengesahan dilakukan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Saat itu, Rais Aam PBNU dijabat KH Ahmad Shidiq dan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid. Pagar Nusa kemudian berperan sebagai wadah resmi pencak silat Nahdlatul Ulama.
Struktur Organisasi Pagar Nusa
Struktur organisasi Pagar Nusa tersusun berjenjang dari pusat hingga daerah. Hierarki ini memudahkan pembinaan dan kaderisasi pesilat NU.
Struktur kepengurusan Pagar Nusa meliputi:
- Pimpinan Pusat di tingkat nasional
- Pimpinan Wilayah di tingkat provinsi
- Pimpinan Cabang Istimewa di luar negeri
- Pimpinan Cabang di tingkat kabupaten atau kota
- Pimpinan Anak Cabang di tingkat kecamatan
- Pimpinan Rayon di pesantren atau lembaga pendidikan
- Pimpinan Ranting di tingkat desa atau kelurahan
Tujuan dan Nilai Pagar Nusa
Pagar Nusa bertujuan membina dan melestarikan seni pencak silat. Organisasi ini juga mengembangkan aspek mental, spiritual, dan pengabdian masyarakat.
Nilai perjuangan Pagar Nusa berlandaskan ajaran Ahlusunnah wal Jamaah. Prinsip tersebut dijalankan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Panca Prasetya Pagar Nusa
Pagar Nusa memiliki ikrar Panca Prasetya sebagai pedoman sikap pesilat. Ikrar ini menegaskan nilai ketakwaan, persatuan, dan pengabdian bangsa.
Isi Panca Prasetya Pagar Nusa meliputi:
- Bertakwa kepada Allah SWT
- Berbakti kepada nusa dan bangsa
- Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan
- Membela kebenaran dan mencegah kemungkaran
- Mempertahankan paham Ahlusunnah wal Jamaah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....