Ketahui Asal Usul Penamaan Bulan pada Kalender Masehi

  • 01 Jan 2026 17:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

‎KBRN, Jakarta: Pergantian tahun Masehi selalu berkaitan dengan kalender yang digunakan masyarakat dunia. Kalender ini mengatur waktu, tradisi, hingga aktivitas sosial lintas peradaban.

‎Karena itu, nama-nama bulan dalam kalender Masehi tidak muncul secara acak, melainkan lahir dari konteks sejarah tertentu. Sebagian besar penamaannya dipengaruhi budaya Romawi dan Yunani kuno.

‎Hingga kini, penanggalan Masehi mengikuti kalender Gregorian yang digunakan secara global. Meski demikian, akar penamaan bulannya tetap merujuk pada kalender Romawi ribuan tahun lalu.

‎Berikut adalah asal usul penamaan bulan Masehi, melansir beberapa sumber:

‎1. Januari

‎Januari berasal dari nama Dewa Janus dalam mitologi Romawi. Sosok ini dikenal sebagai dewa pintu, gerbang, dan permulaan.

‎Dalam penggambaran, Janus memiliki dua wajah yang saling berlawanan. Satu wajah menatap masa lalu, sementara yang lain menghadap masa depan.

‎2. Februari

‎Februari berasal dari kata Latin Februa yang berarti pembersihan. Makna ini berkaitan dengan ritual penyucian dalam tradisi Romawi kuno.

‎Pada masanya, Februari identik dengan upacara penebusan dosa. Ritual tersebut dilakukan menjelang pergantian siklus tahunan.

‎3. Maret

‎Maret diambil dari nama Mars, dewa perang dalam mitologi Romawi. Pada awalnya, bulan ini menandai dimulainya aktivitas militer setelah musim dingin.

‎Karena alasan itu, Maret pernah menjadi bulan pertama dalam kalender Romawi kuno. Penempatan ini mencerminkan pentingnya perang dalam kehidupan Romawi kala itu.

‎4. April

‎April diyakini berasal dari kata Latin aperire yang berarti membuka. Makna ini merujuk pada kuncup tanaman yang mulai bermekaran.

‎Seiring perubahan musim, April dipandang sebagai simbol kebangkitan alam. Karena itu, bulan ini lekat dengan awal musim semi.

‎5. Mei

‎Mei diambil dari nama Dewi Maia dalam mitologi Yunani dan Romawi. Ia dikenal sebagai simbol kesuburan dan pertumbuhan.

‎Dalam konteks alam, Mei menandai masa suburnya tanaman dan bunga. Makna tersebut kemudian melekat dalam penamaan bulannya.

‎6. Juni

‎Juni berasal dari nama Dewi Juno, pelindung perempuan dan pernikahan. Perannya sangat dihormati dalam masyarakat Romawi.

‎Selain itu, Juni juga dikaitkan dengan kata Latin juvenis yang berarti muda. Makna ini menegaskan Juni sebagai simbol awal kehidupan.

‎7. Juli

‎Juli dinamai untuk menghormati Julius Caesar, tokoh penting Kekaisaran Romawi. Penamaan ini dilakukan setelah kematiannya.

‎Sebelumnya, bulan ini dikenal sebagai Quintilis. Perubahan nama menjadi bentuk penghormatan atas reformasi kalender yang ia lakukan.

‎8. Agustus

‎Agustus diambil dari nama Kaisar Augustus Caesar. Ia merupakan kaisar pertama Romawi setelah Julius Caesar.

‎Makna Augustus berasal dari kata Latin yang berarti agung dan mulia. Karena itu, bulan ini diposisikan setara dengan Juli.

‎9. September

‎September berasal dari kata Latin septem yang berarti tujuh. Nama ini merujuk pada posisinya dalam kalender Romawi awal.

‎Namun setelah reformasi kalender, September bergeser menjadi bulan kesembilan. Meski begitu, nama lamanya tetap digunakan.

‎10. Oktober

‎Oktober berasal dari kata Latin octo yang berarti delapan. Penamaan ini juga mengikuti urutan lama kalender Romawi.

‎Setelah Januari ditetapkan sebagai awal tahun, Oktober menjadi bulan kesepuluh. Perubahan urutan tidak mengubah nama bulan.

‎11. November

‎November diambil dari kata Latin novem yang berarti sembilan. Nama ini berasal dari posisi awalnya dalam kalender Romawi.

‎Ketika kalender diperbarui, November bergeser menjadi bulan kesebelas. Meski demikian, penamaannya tetap dipertahankan.

‎12. Desember

‎Desember berasal dari kata Latin decem yang berarti sepuluh. Nama ini menunjukkan posisinya dalam kalender Romawi kuno.

‎Setelah reformasi kalender Julian, Desember menjadi bulan kedua belas. Namun warisan namanya tetap digunakan hingga kini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....