Perkuat Ekosistem Sastra, Kemenbud Luncurkan Platform 'Read Indonesia'
- 23 Des 2025 19:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) meluncurkan platform Read Indonesia sebagai upaya memperkuat promosi sastra Indonesia ke tingkat global. Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyatakan platform ini dirancang untuk memperluas akses dan visibilitas karya sastra Indonesia di kancah internasional.
"Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) meluncurkan Read Indonesia sebagai penanda bahwa negara hadir secara lebih sadar dan bertanggung jawab. Khususnya dalam mengelola promosi sastra nasional, ini juga awal menuju penguatan sistem promosi sastra Indonesia yang berkelanjutan," katanya kepada wartawan usai peluncuran platform Read Indonesia, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Selasa (23/12/2025).
Ia menjelaskan negara memiliki tanggung jawab memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia. Salah satunya dengan menjamin masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya.
Upaya strategis dalam memajukan kebudayaan nasional tersebut dilakukan melalui promosi kebudayaan, termasuk di bidang sastra. Ia menegaskan bahwa sastra merupakan salah satu dari 10 objek pemajuan kebudayaan (OPK) dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.
Menurutnya, karya sastra tidak hanya merepresentasikan bahasa, tetapi juga nilai, sejarah, dan cara pandang bangsa Indonesia. "Sastra adalah salah satu 10 objek pemajuan kebudayaan (OPK)," ucapnya.
Lebih dari itu, ia juga mengatakan pemajuan sastra di Indonesia tidak terlepas dari peran Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. "Badan bahasa ini kini masih dibawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," katanya, menjelaskan.
Menyoroti keberadaannya sebagai penggerak sastra di Indonesia, pihaknya berupaya menjadikan Badan Bahasa bagian dari Kementerian Kebudayaan. Nantinya, keberadaan Badan Bahasa diatur oleh Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan.
Read Indonesia memperluas jangkauan sastra Indonesia ke tingkat global kini semakin diperkuat dengan membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D Retnoastuti.
"Website ini diharapkan menjadi referensi utama bagi dunia untuk melihat karya sastra dan perkembangan Indonesia. Dalam website ini kami juga telah melakukan identifikasi dan mempertemukan panelis sastra Indonesia," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....