Ketahui Sejarah dan Makna Hari Trikora

  • 19 Des 2025 11:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Tanggal 19 Desember diperingati sebagai Hari Trikora. Momentum ini menandai perjuangan Indonesia merebut kembali Irian Barat dari Belanda.

Hari Trikora berangkat dari pidato Presiden Soekarno di Yogyakarta. Pidato tersebut disampaikan pada 19 Desember 1961.

Melalui Tri Komando Rakyat, Soekarno menegaskan tekad nasional. Tujuannya mengakhiri kolonialisme Belanda di Papua.

Trikora tidak sekadar deklarasi politik. Peristiwa ini menegaskan semangat persatuan dan keutuhan wilayah nasional.

Apa Itu Tri Komando Rakyat

Tri Komando Rakyat atau Trikora merupakan seruan perjuangan nasional. Seruan itu menjadi dasar tekanan diplomatik dan militer Indonesia.

Pidato Soekarno memuat tiga komando strategis kepada rakyat. Komando tersebut mengarahkan perjuangan merebut Irian Barat.

• Menggagalkan pembentukan negara boneka Papua bentukan Belanda.

• Mengibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat.

• Bersiap untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dan persatuan.

Isi Trikora menjadi legitimasi moral dan politik negara. Dari sinilah Operasi Trikora kemudian dijalankan.

Latar Belakang Politik Indonesia–Belanda

Pasca kemerdekaan 1945, Belanda tetap mempertahankan Irian Barat. Hal ini terjadi meski pengakuan kedaulatan telah diberikan.

Dalam berbagai perundingan internasional, Belanda menolak menyerahkan Papua. Alasan yang digunakan adalah perbedaan etnis.

Belanda bahkan menyiapkan pembentukan negara terpisah. Pada 1 Desember 1961, bendera Bintang Kejora dikibarkan.

Pemerintah Indonesia menilai langkah tersebut mengancam kedaulatan NKRI. Trikora lahir sebagai respons atas situasi itu.

Operasi Trikora dan Konfrontasi

Setelah deklarasi Trikora, Indonesia meluncurkan Operasi Trikora pada 1962. Operasi ini dipimpin Mayor Jenderal Soeharto.

Tujuan operasi adalah menghapus kekuasaan Belanda. Tekanan dilakukan melalui infiltrasi, konfrontasi, dan diplomasi.

Indonesia mengerahkan kekuatan militer besar. Pesawat tempur, kapal perang, dan pasukan elite disiagakan.

Konfrontasi yang meningkat mendorong perhatian dunia internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa kemudian turun tangan.

Perjanjian New York dan Pepera

Konflik Indonesia–Belanda dimediasi melalui Perjanjian New York 1962. Kesepakatan ini mengakhiri eskalasi militer.

Papua diserahkan kepada UNTEA hingga 1 Mei 1963. Setelah itu wilayah tersebut diserahkan kepada Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, dilakukan Penentuan Pendapat Rakyat pada 1969. Mekanisme ini menentukan status Papua.

Hasil Pepera menyatakan Papua bergabung dengan Indonesia. Keputusan tersebut diterima PBB melalui resolusi resmi.

Makna Peringatan Hari Trikora

Hari Trikora diperingati untuk mengenang perjuangan integrasi wilayah. Momentum ini menghormati pengorbanan para pejuang.

Peringatan ini juga menegaskan nilai nasionalisme dan persatuan. Trikora menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme.

Bagi generasi muda, Hari Trikora mengingatkan sejarah Papua. Integrasi wilayah dicapai melalui perjuangan panjang bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....