Legislator: Jejak Digital Menentukan Masa Depan

  • 12 Des 2025 21:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi I DPR RI, Andina Thresia Narang, B.Comm, menjelaskan bahwa jejak digital telah menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan modern. Ia menegaskan bahwa jejak digital adalah bagian dari reputasi jangka panjang yang harus dijaga secara sadar dan bertanggung jawab.

“Jejak digital ibarat portofolio yang tidak kasatmata namun dinilai oleh banyak pihak. Generasi muda harus memahami konsekuensi dari setiap aktivitas daring yang mereka lakukan. Etika bermedia, keamanan data pribadi, dan pemahaman risiko digital kini menjadi kompetensi yang tidak dapat ditawar,” ujar Andina dalam acara Ngobrol Bareng Legislator dengan tema “Jaga Jejak Digitalmu”, Jumat (12/12).

Ia menekankan bahwa Komisi I DPR RI terus memperkuat pendekatan kebijakan dan pengawasan terhadap ekosistem digital agar masyarakat terlindungi dari praktik penyalahgunaan data pribadi, penipuan digital, dan tindakan merugikan lainnya. Sebagai anggota komisi yang membidangi komunikasi, informatika, pertahanan, dan penyiaran, Andina menegaskan bahwa literasi digital menjadi bagian penting dalam agenda transformasi digital nasional.

Ia menyampaikan bahwa generasi muda harus memiliki pemahaman menyeluruh mengenai etika digital, keamanan siber. Serta kemampuan memverifikasi informasi agar dapat berpartisipasi secara sehat dan produktif dalam ruang digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk meningkatkan daya saing bangsa, bukan menjadi ancaman yang menghambat perkembangan generasi muda. Kegiatan ini turut menghadirkan dua narasumber pendamping dari kalangan praktisi digital.

Nina Nuraeni, seorang digital content creator, memberikan pemaparan mengenai peran kreativitas dan tanggung jawab dalam mengelola konten digital. Menurut Nina, rekam jejak digital dapat menjadi aset apabila dikelola dengan bijak dan konsisten, terutama untuk membangun citra positif, jejaring profesional, maupun peluang ekonomi bagi generasi muda.

Ia menekankan pentingnya memahami batasan konten yang layak dibagikan agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari. Sementara itu, Norma Hasanatul Magfiroh, M.Psi., pegiat literasi digital sekaligus praktisi psikologi, menjelaskan dampak psikologis dari jejak digital.

Norma menguraikan bagaimana perilaku daring dapat mempengaruhi kesehatan mental, kepercayaan diri, serta interaksi sosial, terutama di kalangan remaja dan mahasiswa. Ia juga menyoroti fenomena oversharing, cyberbullying, serta tekanan sosial yang muncul akibat penggunaan media sosial yang tidak sehat.

Norma mengajak peserta untuk lebih reflektif dalam menggunakan teknologi dan membangun perilaku digital yang lebih beretika. Acara yang dipandu oleh MC M. Fata Rayyan dan dimoderatori oleh Fitrotul Uyun berlangsung dengan suasana edukatif dan interaktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....