Inilah Alasan Purnama Desember 2025 Disebut 'Cold Moon'
- 04 Des 2025 07:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pada tanggal 5 Desember 2025, masyarakat dunia akan diperlihatkan fase Bulan Purnama (Cold Moon). Fenomena langit ini menjadi spesial, karena merupakan Supermoon ketiga dalam akhir tahun ini.
Purnama Cold Moon ini akan mencapai fase puncaknya pada Jumat (5/12/2025) besok. Pengamatan dapat mulai menyaksikannya setelah bulan terbit, tepatnya saat bulan mendekati cakrawala.
Lantas mengapa disebut sebagai Cold Moon? Melansir berbagai sumber, berikut adalah penjelasannya.
Bulan Purnama Desember paling sering disebut sebagai Cold Moon (Mohawk) mencerminkan musim dingin yang sangat dingin. Hal ini sesuai dengan tradisi tradisi suku asli Amerika, kolonial, dan Eropa yang telah berabad-abad lamanya.
Bulan ini juga dikenal sebagai Long Night Moon (Mohican) karena terbit pada malam-malam terpanjang dalam setahun. Dekat dengan solstis musim dingin, dan tetap berada di atas cakrawala dalam waktu yang lama.
Di Eropa, para pagan kuno menyebutnya "Bulan Sebelum Yule" sebagai penghormatan terhadap festival Yuletide. Yaitu merayakan kembalinya matahari.
- Kenapa Termasuk Supermoon?
Menurut kalender astronomi NASA, Purnama Desember termasuk Supermoon yang terakhir dari serangkaiannya tahun ini. Supermoon sendiri terjadi ketika bulan berada pada titik terdekatnya dengan bumi dalam orbitnya, yang disebut perigee.
Karena ini adalah Supermoon, bulan Purnama ini terlihat sedikit lebih besar dan lebih terang daripada bulan purnama biasa. Karena berada dekat dengan perigee, bulan ini juga dapat menyebabkan pasang surut yang sedikit lebih tinggi.
Supermoon ini juga terjadi tepat sebelum puncak hujan meteor Geminid pada 13-14 Desember. Yang berarti langit yang sangat gelap untuk pertunjukan bintang jatuh yang memukau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....