ADB Dukung Pembangunan Jalan Tangguh Bencana di Indonesia
- 03 Des 2025 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Lembaga keuangan internasional Asian Development Bank (ADB) menyetujui pinjaman sebesar USD300 juta untuk Indonesia. Tujuannya untuk membiayai pembangunan jalan tangguh bencana sepanjang 72 kilometer di pesisir selatan Pulau Jawa.
Proyek tersebut disebut juga Jalan Trans Jawa Selatan-Selatan (Trans South-South Java Road Project). Pembangunannya akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Direktur ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov, berharap pembangunan jalan ini dapat mengatasi kesenjangan infrastruktur kritis. "Khususnya antara koridor utara Jawa yang sudah sangat berkembang dengan wilayah selatan pulau tersebut," ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Menurut Alimov, proyek tersebut akan menggunakan disain yang tangguh iklim dan solusi biorekayasa. "Kami menciptakan infrastruktur berkelanjutan yang mampu bertahan menghadapi peristiwa cuaca ekstrem, sekaligus meningkatkan konektivitas nasional dan perdesaaan," ujarnya.
Jalan tersebut akan menghubungkan daerah pertanian di pedesaan Kabupaten Jember dengan Kabupaten Banyuwangi. Selain itu juga memudahkan akses ke pusat ekonomi dan pasar, serta meningkatkan akses pendidikan, layanan, dan peluang ekonomi.
Keberadaan Jalan Trans Jawa Selatan-Selatan ini, juga membuat waktu tempuh antara kedua wilayah tersebut lebih singkat. Dari semula selama delapan jam diperkirakan bisa dipersepat menjadi enam jam.
Sebagai jalan yang tangguh bencana, pembangunan jalan ini akan mengadaptasi perubahan iklim. Misalnya dengan memitigasi risiko banjir, serta melindungi lereng melalui biorekayasa dengan menggunakan solusi berbasis alam.
Jembatan yang dibangun juga didisain untuk tangguh terhadap iklim, sebagai akses alternatif dalam menghadapi cuaca ekstrem. "Langkah-langkah tersebut selaras dengan komitmen iklim Indonesia di bawah kesepakatan Paris,” ucap Alimov.
ADB menekankan kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan dalam proyek Jalan Trans Jawa Selatan-Selatan ini. Setidaknya 10 persen pekerjaan konstruksi terampil akan dikhususkan bagi kaum perempuan.
ADB juga menerapkan program keselamatan jalan komprehensif, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Prakarsa keselamatan jalan berbasis masyarakat akan mengajari penduduk mengenai penggunaan jalan secara aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....