Komisi VII Kirim Bantuan Korban Banjir Tapanuli Tengah

  • 27 Nov 2025 10:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi VII Bane Raja Manalu, menerjunkan tim kemanusian untuk mengirim bantuan korban bencana di Tapanuli Tengah. Sebanyak lima ton beras dan 500 pakaian dikirim melalui tim dari Pematangsiantar pada Rabu malam (26/11/2025).

Bane Raja Manalu menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang menimpa tujuh wilayah di Sumatera Utara. Ia menegaskan bantuan harus segera diterima warga agar kebutuhan mendesak dapat terpenuhi.

“Saya prihatin atas penderitaan masyarakat Tapanuli Tengah akibat bencana besar ini. Cuaca ekstrem yang terjadi, hujan deras yang membuat banjir dan bahkan ada yang kehilangan nyawa, saya turut berduka cita dan prihatin,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/11/2025).

Ia memastikan, tim kemanusiaan mencari jalur alternatif karena akses utama menuju Tapanuli Tengah terputus. Bane menegaskan bantuan tetap bergerak meski cuaca di wilayah tersebut masih ekstrem.

“Kita bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang kesulitan akibat bencana ini. Fokus utama kita adalah meringankan beban warga terdampak,” ucapnya.

Anggota dari fraksi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan, bahwa kerusakan lingkungan turut memperparah risiko bencana hidrometeorologi. Bane menilai, masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

“Ini juga seligus pengingat bagi kita bahwa aktivitas yang merusak lingkungan, perambahan hutan inilah dampak dari semua ini. Yang mengalami penderitaan adalah masyarakat bukan pengusahanya” ujarnya.

BPBD Sumatera Utara melaporkan banjir dan longsor terjadi sejak Sabtu hingga Selasa akibat curah hujan tinggi. Tujuh daerah terdampak yaitu Tapanuli Tengah, Sibolga, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Nias Selatan, dan Padangsidimpuan.

BPBD Sumut mencatat sedikitnya 37 warga mengalami luka-luka dan tiga orang hilang di Tapanuli Selatan. Sementara itu, pendataan korban dan kerusakan di Tapanuli Tengah masih berlangsung.

“Korban luka mencapai puluhan warga dan beberapa masih dinyatakan hilang. Pendataan di Tapanuli Tengah terus dilakukan tim gabungan,” katanya.

BPBD juga melaporkan 330 rumah rusak di Tapanuli Selatan dengan kategori berat, sedang, dan ringan. Satu bangunan sekolah turut mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.

Di Mandailing Natal, sebanyak 561 kepala keluarga atau 2.244 jiwa mengungsi dari permukiman mereka. Banjir juga merendam sekitar 85 hektare lahan pertanian warga.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....