Menelusuri Sejarah Panjang Peringatan Hari Guru Nasional

  • 25 Nov 2025 12:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November oleh seluruh masyarakat Indonesia. Peringatan ini menjadi bentuk penghargaan terhadap dedikasi dan peran besar para pendidik.

Momentum ini tidak hanya bersifat seremonial setiap tahun. Hari Guru Nasional dipandang sebagai pengakuan atas pengabdian yang membangun fondasi pendidikan bangsa.

Peran guru dinilai sangat penting dalam pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Para pendidik menjadi garda terdepan dalam proses pencerdasan bangsa.

Untuk memahami makna peringatan ini, sejarah panjang profesi guru perlu ditelusuri kembali. Akar perjuangan para pendidik sebenarnya telah muncul jauh sebelum Indonesia merdeka.

Perjalanan tersebut memperlihatkan upaya panjang dunia pendidikan dalam memperjuangkan kesetaraan. Para guru berperan aktif dalam menguatkan identitas kebangsaan melalui berbagai organisasi.

Peringatan Hari Guru Nasional hari ini menjadi refleksi dari perjuangan panjang tersebut. Hari ini sekaligus menjadi pengingat tentang pentingnya pendidikan bagi pembangunan bangsa.

Awal Pergerakan Guru di Masa Kolonial

Jejak awal pendidikan guru dimulai pada 1851 melalui pendirian sekolah guru di Surakarta. Lembaga ini digunakan pemerintah kolonial untuk menyiapkan tenaga pendidik di berbagai daerah.

Pada 1912, lahir organisasi Persatuan Guru Hindia Belanda (GPHB) sebagai wadah perjuangan guru bumiputera. Organisasi itu kemudian berkembang seiring meningkatnya semangat kebangsaan kaum terdidik.

Fragmentasi sempat muncul akibat perbedaan status antara guru desa dan guru perkotaan. Kondisi tersebut melahirkan berbagai organisasi yang berjalan sendiri-sendiri.

Tahun 1932 menjadi babak baru saat PGHB berubah menjadi Persatuan Guru Indonesia. Penggunaan nama “Indonesia” menunjukkan keberanian politis yang menolak tekanan pemerintah kolonial.

Masa Pendudukan Jepang dan Kebangkitan Semangat Baru

Kedatangan Jepang membuat banyak organisasi pendidikan dihentikan sementara. Namun, berbagai kelompok guru tetap berusaha menjaga semangat nasionalisme.

Pada 1943, dibentuk organisasi 'Guru' di Jakarta sebagai ruang konsolidasi pendidik. Pelatihan yang diberikan Jepang sering berisi propaganda, namun guru memanfaatkannya untuk menguatkan kesadaran kebangsaan.

Pasca Kemerdekaan dan Lahirnya PGRI

Setelah kemerdekaan, dunia pendidikan memerlukan penyatuan gerakan secara nasional. Hal ini diwujudkan melalui Kongres Guru Indonesia pada 24-25 November 1945.

Kongres tersebut melahirkan Persatuan Guru Republik Indonesia sebagai wadah pemersatu guru. Organisasi ini menghapus batas perbedaan status dan menyatukan peran pendidik dalam republik yang baru lahir.

PGRI dibentuk dengan tiga tujuan utama. Tujuannya meningkatkan mutu pendidikan, memperjuangkan kesejahteraan, dan menjaga tegaknya Republik Indonesia.

Penetapan Hari Guru Nasional

Pemerintah kemudian menetapkan 25 November sebagai Hari Guru Nasional. Ketentuan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Tanggal ini dipilih untuk memperingati lahirnya PGRI sebagai tonggak persatuan guru Indonesia. Peringatan ini juga menjadi penghormatan nasional terhadap seluruh pendidik.

Selain itu, dunia internasional juga memperingati Hari Guru Sedunia setiap 5 Oktober. Keduanya memiliki tujuan sama, yaitu menghormati peran guru dalam pembangunan pendidikan.

Makna Peringatan Hari Guru Nasional

Hari Guru Nasional memiliki makna sebagai bentuk penghargaan kepada para pendidik. Peringatan ini menegaskan pentingnya peran guru dalam kemajuan pendidikan.

Momentum ini juga menjadi ruang refleksi bagi guru dalam meningkatkan kompetensi. Guru diharapkan terus berinovasi mengikuti perkembangan dunia pendidikan.

Selain itu, guru dipandang sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Mereka membentuk karakter, menyampaikan nilai kebangsaan, dan menjadi teladan bagi peserta didik.

Hari Guru juga menjadi pengingat atas pentingnya peningkatan kesejahteraan pendidik. Pemerintah diharapkan terus memperkuat kebijakan untuk mendukung profesi guru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....