Harga Daging Ayam Ras Relatif Aman
- 24 Nov 2025 22:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, harga daging ayam ras secara nasional masih relatif aman. Ia menyebut, harga nasional tetap berada di bawah batas Harga Acuan Penjualan (HAP) di pekan ketiga November 2025.
"Untuk Harga daging ayam ras di pekan ketiga November 2025 masih relatif aman, karena secara nasional masih di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP)," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 di Jakarta, Senin (24/11/2025).
Amalia menuturkan, harga daging ayam ras turun 1,08 persen hingga pekan ketiga November. Ia menyebut rata-rata Harga nasional kini mencapai Rp38.228 per kilogram.
Amalia mengatakan, HAP daging ayam ras berada di angka Rp40 ribu per kilogram. Ia menilai Harga saat ini masih stabil di sebagian besar wilayah.
Namun, lanjut dia, masih ada 94 kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan Harga. Ia menegaskan hanya sebagian daerah yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
Amalia juga menjelaskan beberapa daerah mencatat kenaikan Harga yang cukup tinggi. Ia menyebut Seram Bagian Timur, Buton Utara, Tambrauw, Buru, Kutai Barat dan Pegunungan Bintang sebagai daerah yang perlu diawasi.
BPS juga menyoroti Pegunungan Bintang sebagai wilayah dengan harga tertinggi pada periode tersebut. Ia menjelaskan, harga daging ayam di wilayah tersebut mencapai Rp74 ribu per kilogram atau 85 persen di atas HAP.
Amalia menyebut, harga daging ayam di Pegunungan Bintang masih mengalami kenaikan 5,67 persen. Ia menilai daerah dengan lonjakan seperti ini memerlukan dukungan pengendalian Harga yang lebih kuat.
Wakil Menteri Dalam Negeri III Akhmad Wiyagus menjelaskan, daging ayam ras termasuk komoditas dengan jumlah daerah naik tertinggi. Untuk itu, pemerintah daerah harus mewaspadai pergerakan Harga komoditas pangan tersebut.
Wamendagri meminta pemda melakukan monitoring Harga secara terkoordinasi dan berbasis data aktual. Ia menilai langkah pengendalian harus tepat agar Harga tetap stabil bagi masyarakat.
"Jika kita melihat data ini, tentunya pemerintah daerah perlu mewaspadai tren kenaikan Harga bahan pangan dan selalu melakukan monitoring secara terkoordinasi ya berbasis data yang aktual," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....