Longsor di Cilacap, BMKG Ungkap Faktor Penyebabnya
- 16 Nov 2025 10:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, hujan tinggi pemicu utama bencana longsor di Cilacap, Kamis (13/11/2025). Kondisi tanah basah selama beberapa hari, meningkatkan kerentanan lereng terhadap pergerakan/pergeseran tanah.
Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan, hujan berurutan mempercepat jenuh air di permukaan tanah. “Rangkaian hujan tersebut membuat tanah semakin basah dan lereng semakin rentan terhadap pergerakan,” kata Guswanto dalam keterangannya melansir laman BMKG, Minggu (16/11/2025).
Ia menjelaskan, fenomena atmosfer seperti Madden Jullian Oscillation ikut memperkuat pembentukan awan hujan. Pola belokan angin di sekitar Jawa turut memicu awan konvektif yang lebih intens.
Guswanto menambahkan kondisi atmosfer mendukung hujan sedang hingga lebat di wilayah Jawa Tengah. “Awan konvektif tersebut dapat memicu hujan deras disertai petir dan angin kencang,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menegaskan kelembapan udara terpantau sangat tinggi di beberapa lapisan atmosfer. Situasi ini memperbesar peluang pembentukan awan hujan berskala luas.
Andri menyebut wilayah Cilacap sudah masuk peringatan dini cuaca ekstrem hingga 20 November. “Hujan sedang hingga lebat diperkirakan dapat terjadi kembali pada 19–22 November 2025,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan ekstrem. Upaya mitigasi diminta diperkuat agar risiko longsor susulan dapat ditekan pada periode cuaca tak stabil ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....