Mengenal Lebih Dekat Tugas dan Fungsi Brimob Polri

  • 14 Nov 2025 10:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Brimob Polri merupakan salah satu kesatuan yang cukup dikenal masyarakat Indonesia. Namun tidak sedikit masyarakat yang belum memahami secara mendalam tugas serta fungsi utama dari pasukan khusus kepolisian ini.

Korps Brigade Mobile (Brimob) adalah satuan operasi khusus berjenis paramiliter di bawah Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kesatuan ini memiliki sejarah panjang sebagai penerus Polisi Istimewa (Tokubetsu Keisatsutai), yang beranggotakan Polisi Pribumi atau Keibodan.

Kesatuan ini pertama kali dibentuk pada 29 April 1943. Berdasarkan informasi dari laman resmi Korps Brimob, kesatuan tertua di tubuh Polri tersebut resmi berdiri pada 14 November 1946.

Brimob memiliki peran strategis, mulai dari menangani ancaman terorisme domestik, mengatasi kerusuhan, melaksanakan penegakan hukum dengan risiko tinggi. Selain itu, juga melakukan operasi SAR, penyelamatan sandera, serta penjinakan bahan peledak.

Brimob terbagi ke dalam dua unit utama, yakni Gegana dan Pelopor. Satuan Gegana memegang peran penting dalam operasi penjinakan bom, penanganan ancaman kimia, biologi, dan radioaktif, operasi anti-teror, serta kegiatan intelijen.

Sementara itu, Pelopor mengemban tugas operasi kepolisian khusus yang bersifat paramiliter, termasuk pengendalian kerusuhan. Selain itu, juga operasi SAR, pengamanan objek vital, perlawanan teror, hingga operasi gerilya dan pertempuran hutan berskala terbatas.

Seiring perkembangan zaman, Korps Brimob Polri terus melaksanakan pembaruan dalam aspek kemampuan personel, sistem persenjataan, serta perlengkapan. Selain penguatan pembinaan internal, peningkatan kualitas operasional turut menjadi faktor yang menentukan karakter dan arah kepemimpinan kesatuan.

Sebuah kesatuan dinilai memiliki kualitas baik apabila mampu menunjukkan integritas dan soliditas dalam pelaksanaan tugas operasional maupun pembinaan. Sejalan dengan moto operasional Brimob, “sekali melangkah pantang menyerah, sekali tampil harus berhasil,” serta motto pengabdian, “jiwaragaku demi kemanusiaan”.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....