Mensos: Kolaborasi DTSEN BPS Diperkuat sampai Tingkat Desa
- 14 Nov 2025 08:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Mensos, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggaransi, kolaborasi Kemensos dengan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait data terus diperkuat. Bahkan, Kemensos-BPS sampai menurunkan petugas ke tingkatan desa dalam memperkuat Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Intinya kami bersama BPS, Kementerian Sosial, terus memperkuat kolaborasi dan kita turunkan ke bawah. Ke dekat kabupaten, kota dan tentu provinsi. Seterusnya nanti terus ke bawah sampai di tingkat desa," ucapnya usai menghadiri Rapat Koordinasi DTSEN, di Kasablanka Hall, Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Mensos mengharapkan, kolaborasi ini bisa membuat data DTSEN, terutama penerima bansos semakin muktahir. Pemutakhiran itu, menurutnya, didapat dari jalur formal maupun jalur partisipasi oleh para petugas.
"Sehingga data yang didapat itu nanti akan diserahkan kembali kepada BPS untuk dilakukan pengukuran ulang. Termasuk verifikasi ulang," ucap Mensos.
Setelah itu, kata Mensos, data balikannya akan menjadi basis penyaluran program-program pemerintah. Khususnya, program yang berasal dari Kemensos.
"Penting sekali buat kami berdua untuk terus mensosialisasikan dan membuat saluran-saluran yang lebih banyak. Sehingga masyarakat mudah mengakses dalam rangka pemutakhiran," ujar Mensos.
Maka dari itu, Mensos berpesan, seluruh dinsos dan Kepala BPS di kabupaten/kota menindaklanjuti kolaborasi ini sampai ke tingkat bawah. Hal ini sekaligus mempersiapkan mekanisme, SDM, dan semua perangkat yang dibutuhkan.
"Supaya pemutahiran ini bisa dilakukan secara berkelanjutan. Operator di Dinsos memiliki peran penting, merekalah yang menginput data-data para calon penerima bansos," kata Mensos.
Sementara, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan, pemuktahiran DTSEN terus dilakukan. Saat ini sudah ada DTSEN versi 3 September.
Amalia menekankan, data tersebut juga terus direkonsiliasi dengan data dari Dukcapil. Kemudian dibantu pengencekan langsung di lapangan oleh tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
"Tadi yang Pak Mensos bilang, ada juga cekbansos, ada SIG-NG. Jadi itu nanti data mengalir ke BPS langsung menjadi bahan pemutakhiran oleh BPS," kata Amalia.
Amalia menekankan, kolaborasi antara dua instansi yang tidak hanya dilakukan di tingkat pusat. Tapi terus di perkuat di tingkat daerah antara BPS Provinsi, Kabupaten, Kota dengan Dinas Provinsi, Kabupaten, Kota.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....