Kisah Marsinah, Jejak Pahlawan Buruh dalam Sejarah
- 11 Nov 2025 09:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah dalam upacara di Istana Negara, Senin (10/11/2025). Penetapan ini menjadi pengakuan formal atas jasa aktivis buruh ini memperjuangkan hak pekerja dan keadilan sosial.
Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur dari pasangan Sumini dan Aastin. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana dan sejak kecil membantu neneknya dengan menjual makanan ringan demi menambah penghasilan keluarga.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Marsinah bekerja di pabrik jam tangan PT Catur Putra Surya (CPS) di Porong, Sidoarjo sekitar 1990. Ia kemudian menjadi juru bicara rekan buruhnya dan aktif menuntut kenaikan upah dan penghormatan terhadap hak pekerja.
Pada awal Mei 1993, Marsinah bersama para pekerja menggelar aksi pemogokan di CPS menuntut kenaikan upah pokok. Aksi ini terjadi setelah Surat Edaran Gubernur Jatim Nomor 50 Tahun 1992 merekomendasikan kenaikan cepat terhadap upah pekerja.
Pada 5 Mei 1993 Marsinah menghilang setelah mendatangi Kodim Sidoarjo menanyakan nasib rekan-rekannya yang dipanggil aparat militer. Empat hari kemudian, 8 Mei 1993, jasad Marsinah ditemukan di hutan Wilangan, Nganjuk dalam kondisi memprihatinkan dan terindikasi korban penyiksaan.
Meski beberapa petinggi pabrik CPS sempat ditangkap, hingga kini belum ada pelaku utama yang dihukum secara final dalam kasus ini. Kasus Marsinah pun menjadi simbol pelanggaran hak buruh dan hak asasi manusia di Indonesia masa lalu.
Marsinah telah lama diusulkan sebagai penerima gelar pahlawan nasional oleh para organisasi buruh dan HAM. Penganugerahan gelar di tahun 2025 ini menunjukkan pengakuan resmi negara terhadap perjuangannya.
Setiap tanggal 1 Mei (Hari Buruh) rekan-rekan pekerja di Jawa Timur dan seluruh Indonesia mengenang keberanian Marsinah. Perjuangannya menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam memperjuangkan hak kerja, demokrasi, dan keadilan lsosial dalam skala nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....